Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Ekonomi Warga dan Cegah Longsor, Pemprov Sulbar Siapkan Satu Juta Bibit Sukun

📅 Minggu, 25 Agu 2024, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Ekonomi Warga dan Cegah Longsor, Pemprov Sulbar Siapkan Satu Juta Bibit Sukun Doc: ANTARA/HO Humas Pemprov Sulbar
Ket. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyiapkan satu juta bibit sukun untuk memajukan ekonomi daerah dan mencegah bencana longsor dan menggalakan penanaman sukun di Mamuju, Sabtu (24/8/2024).

Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyiapkan satu juta bibit sukun untuk memajukan ekonomi daerah sekaligus mencegah bencana longsor.

"Pemprov Sulbar menyiapkan satu juta pohon yang anggarannya akan menggunakan APBD 2025 dan saat ini telah dibahas," kata penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin di Mamuju, Sabtu.

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar menggalakkan penanaman sukun di wilayah Sulbar dengan memanfaatkan bibit tersebut, karena tanaman komoditi sukun akan bernilai ekonomi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pohon sukun juga mampu mencegah terjadinya bencana seperti longsor dan banjir karena akar pohon sukun mampu menyerap air dalam jumlah banyak.

"Pohon sukun buahnya bermanfaat bagi kesehatan dan enak untuk dikonsumsi sehingga bernilai ekonomis ketika dikembangkan untuk dijual, selain itu akan mendukung gerakan penghijuan untuk mencegah bencana, serta mencegah pemanasan global dengan mengurangi emisi karbon," katanya.

Sehingga menurut dia, pohon sukun sangat cocok dikembangkan di Sulbar karena provinsi itu merupakan daerah langganan bencana seperti banjir dan longsor, dan juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun ekonomi daerah.

"Komoditi sukun dapat menjadi sumber makanan bergizi alternatif karena memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan cocok dengan kondisi alam Sulbar yang subur, dan juga akan memperkuat ketahanan pangan daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.