Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Citepus Palabuhanratu Bongkar Makam Keramat Palsu

📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 00:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Citepus Palabuhanratu Bongkar Makam Keramat Palsu Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Warga Citepus membongkar puluhan makam keramat palsu serta padepokan di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Jumat (23/8/2024) yang dibangun oleh seseorang yang mengaku mendapatkan wangsit dari Prabu Siliwangi.

Sukabumi - Puluhan warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akhirnya membongkar puluhan makam keramat palsu yang berada tidak jauh dari Inna Samudera Beach Hotel Palabuhanratu tepatnya di Desa Citepus yang dibangun oleh seseorang yang mengaku dari Banten.

"Kedatangan warga hari ini untuk melakukan pembongkaran makam dan bangunan yang diduga padepokan karena merasa resah dan khawatir merusak akidah serta adanya praktek sesat," kata Kepala Desa Citepus Koswara di Sukabumi, Jumat.

Menurut Koswara, keberadaan makam keramat palsu ini sempat viral di media sosial, sehingga masyarakat sekitar terkejut karena di wilayah tempat tinggal mereka sejak dahulu tidak ada makam keramat, namun baru tahu belum lama ini terdapat makam yang dibangun secara sengaja.

Makam ini bukan yang seperti biasa ada jenazahnya, tetapi lebih ke petilasan atau tempat singgah yang menurut informasi dari orang yang membangun makam ini tempat tersebut merupakan bekas petilasan Prabu Siliwangi.

Oknum tersebut mengaku mendapatkan wangsit untuk membangun petilasan ini. Adapun makam itu dibangun dengan cara tanah di gunduk-gunduk dibentuk menyerupai makam.

"Pengakuan dari orang yang membangun makam ini untuk berziarah ke leluhur atau ke karuhun dan juga mungkin untuk menyusur petilasan Prabu Siliwangi. Sehingga masyarakat geram dan tanpa dikomandoi langsung melakukan pembongkaran," katanya.

Koswara mengatakan yang menjadi khawatir warga adanya ajaran sesat dan praktek perdukunan, maka dari itu masyarakat resah dan memutuskan untuk memusnahkan makam keramat palsu ini.

Sementara, Bhabinsa Citepus Koramil Palabuhanratu Peltu Amad menambahkan masyarakat geram dengan adanya tempat ziarah ilegal dan terdapat puluhan makam palsu untuk tujuan tidak, maka dari itu warga melapor kepada pihaknya untuk datang ke lokasi dan meminta klarifikasi dari orang yang membangun makam keramat palsu.

Namun yang membuat emosi warga, orang yang membangun makam tersebut menjawab dengan jawaban-jawaban yang tidak jelas dan tidak izin kepada untuk mendirikan bangunan.

"Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, kami dan aparat keamanan dari Polsek Palabuhanratu dan Polres Sukabumi meredam warga yang sempat emosi sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri," tambahnya.

Ia mengatakan makam palsu dan padepokan tersebut untuk saat ini sudah dibongkar oleh warga, sementara orang yang membangun sudah diamankan oleh pihak kepolisian serta kondisi keamanan di lokasi kondusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.