Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Batu Penggilingan Upaya Perkenalkan Cagar Budaya

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 15:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Batu Penggilingan Upaya Perkenalkan Cagar Budaya Doc: ANTARA/Syaiful Hakim
Ket. Ilustrasi - Cagar budaya Batu Penggilingan merupakan peninggalan bersejarah abad ke-17.

JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengapresiasi Festival Batu Penggilingan II Tahun 2024 sebagai upaya memperkenalkan cagar budaya Batu Penggilingan kepada masyarakat luas, khususnya warga Jakarta Timur.

"Ini upaya kita bersama dalam meningkatkan dan mencintai sejarah kelestarian budaya lokal," kata Wali Kota Jakarta Timur M Anwar saat membuka festival itu di lokasi cagar budaya Batu Penggilingan, Jalan Kali Buaran, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jumat (23/8).

Tak hanya sekadar festival, kegiatan yang digelar selama dua hari pada Jumat dan Sabtu (24/8) itu juga membantu pemuda dan warga RW 07 dalam penataan lingkungan hingga meningkatkan kecintaan terhadap kearifan budaya lokal.

"Dalam festival ini terdapat beragam penampilan seni budaya Betawi, juga dirangkai dengan penanaman pohon, panen ikan serta terdapat Bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ini sangat bagus," kata dia.

Menurut Anwar, lokasi cagar budaya Batu Penggilingan juga telah mengalami perubahan pesat dengan bertambahnya beberapa fasilitas baru yang dapat dimanfaatkan bersama sebagai edukasi yang miliki nilai bersejarah.

Sejarah Batu Penggilingan, kata dia, harus dirunut sejarahnya dan dilestarikan sesuai perkembangan zaman dengan harapan bisa dipelajari generasi muda, khususnya di Kecamatan Cakung.

Contohnya, dapat memahami sejarah terjadinya wilayah Penggilingan. "Intinya, sejarah dan budaya menyatukan kita, banyak kegiatan positif dalam memajukan lingkungan dengan kebersamaan," katanya.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Syahroni mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur dalam menjaga dan melestarikan kearifan budaya lokal serta kemajuan lingkungan.

"Komitmen kami bersama dan kita terus kompak satu padu menjaga dan melestarikan budaya lokal dan sejarah Batu Penggilingan yang saat ini menjadi cagar budaya Betawi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.