Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berpotensi Lanjutkan Pelemahan

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 08:49 WIB | Oleh:
Berpotensi Lanjutkan Pelemahan Doc: istimewa

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya jelang akhir pekan ini. Faktor geopolitik dan instabilitas politik di dalam negeri diperkirakan membebani pergerakan rupiah.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat dollar AS masih akan melanjutkan penguatannya seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Selain itu, risiko geopolitik juga tetap menjadi pusat perhatian investor. Perundingan gencatan antara Israel dan Hamas gagal mencapai kata sepakat.

Dari domestik, Ibrahim melihat rupiah terseret sentimen negatif adanya demonstrasi terkait Pilkada. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap sebagai angin segar bagi demokrasi telah dibegal melalui persetujuan revisi Undang-Undang Pilkada yang berlangsung kilat di Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (23/8), bergerak melemah di kisaran melemah di rentang 15.590-15.650 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan, Kamis (22/8) sore, melemah 100 poin atau 0,65 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.600 rupiah per dollar AS. Pelemahan terjadi di tengah defisit transaksi berjalan Indonesia yang melebar pada triwulan II-2024.

"Hari ini, Bank Indonesia merilis neraca pembayaran, termasuk neraca transaksi berjalan, untuk triwulan II-2024," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta.

Pada triwulan II-2024, transaksi berjalan mencatat defisit 3 miliar dollar AS, setara dengan 0,9 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara defisit transaksi berjalan pada triwulan I-2024 tercatat sebesar 2,4 miliar dollar AS atau setara dengan 0,7 persen dari PDB .

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan Josua bahwa defisit transaksi berjalan akan melebar ke 0,85 persen dari PDB, didorong oleh defisit pendapatan primer yang meningkat secara musiman.

Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Bulan Agustus 2024 memutuskan mempertahankan BI-Rate pada level 6,25 persen untuk mendukung stabilitas rupiah karena BI masih memandang risiko ketidakpastian global masih tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Megapolitan
BlokM Terus Dibenahi, Pelet...
Megapolitan
Harus Dipersiapkan Sejak Di...
Daerah
Sumsel United Siap Menghada...
Luar Negeri
Trump Minta Eropa Lepaskan ...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.