Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Tegaskan Dukungan Atas Pembangunan Negara-negara Afrika Bersifat Damai

24 Kamis, 22 Agu 2024, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Tegaskan Dukungan Atas Pembangunan Negara-negara Afrika Bersifat Damai Tiongkok Tegaskan Dukungan Atas Pembangunan Negara-negara Afrika Bersifat Damai Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKC) Li Shulei dalam pembukaan Forum Kerja Sama dan Dialog Tingkat Tinggi ke-6 Tiongkok-Afrika untuk Media dan Lembaga Penelitian di Beijing, Tiongkok pada Rabu (21/8).

Beijing - Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKC) Li Shulei menyebut negaranya mendukung modernisasi dan pembangunan yang bersifat damai terhadap negara-negara di Afrika, termasuk untuk media dan lembaga penelitian di benua tersebut.

"Modernisasi tidak memiliki model yang pasti, suatu negara harus mencari model yang sesuai dengan karakter negaranya, namun Tiongkok sejak kelahiran Partai Komunis Tiongkok menjalankan modernisasi yang menghasilkan kemakmuran rakyat dan kami juga mendukung pembangunan negara-negara Afrika dengan modernisasi yang damai," kata Li Shulei yang juga Kepala Departemen Publikasi Komite Sentral PKC di Beijing, Tiongkok pada Rabu.

Li Shulei menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan Forum Kerja Sama dan Dialog Tingkat Tinggi ke-6 Tiongkok-Afrika untuk Media dan Lembaga Penelitian di Beijing pada 21-22 Agustus 2024 yang dihadiri sekitar 500 peserta dari Tiongkok dan sekitar 40 negara Afrika.

"Tujuan modernisasi adalah memprioritaskan kesejahteraan rakyat, hal ini ditunjukkan dengan Tiongkok yang mampu mengangkat ratusan juta rakyat dari titik kemiskinan dan memberikan jaminan sosial, kesehatan hingga perumahan," tambah Li Shulei.

Li Shulei juga menyebut modernisasi Tiongkok didukung dengan reformasi dari dalam baik di bidang politik, sosial, budaya, lingkungan hingga level partai politik yaitu PKC.

"Modernisasi juga bercirikan perdamaian dan kerja sama, bukan mengedepankan uniliteralisme yang malah menganggu kedaulatan negara lain atas nama ideologi demokrasi, itu bukan pola yang kami lakukan. Tiongkok ingin berbagi modernisasi damai versi kami," ungkap Li Shulei.

Forum tersebut, menurut Li Shulei juga menjadi ajang pemanasan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja sama Tiongkok-Africa atau "Forum on Tiongkok-Africa Cooperation" (FOCAC) yang akan dilangsungkan di Beijing pada awal September 2024.

Sedangkan Menteri Komunikasi dan Media sekaligus Juru Bicara pemerintah Gabon, Laurence Ndong dalam acara tersebut mengatakan banyak orang di Tiongkok punya perasaan khusus atas Tiongkok.

"Pada masa lalu, ada bioskop yang memainkan film kung fu Tiongkok, Bruce Lee terkenal di Gabon bahkan ada yang sengaja belajar kung fu di Tiongkok untuk mengajar di Gabon sehingga masyarakat Gabon mengenal Tiongkok," kata Laurence.

Terkait peran media dan lembaga penelitian, Laurence menyebut media di Gabon bertanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada publik termasuk mengatasi berita palsu maupun berita penuh kebencian.

"Namun kami juga membutuhkan 'capacity building', peningkatan kemampuan untuk menggunakan teknologi dan didukung infrastruktur lain yang relevan," ungkap Laurence.

Senada dengan Laurence, Menteri Informasi dan Media Zambia Conellius Mweetwa mengatakan penting bagi Afrika dan Tiongkok membangun kerja sama untuk meningkatkan kapasitas industri media di Zambia.

"Kami berharap ada dukungan teknologi baik untuk media maupun ekonomi digital karena Tiongkok sendiri sudah berhasil mengatasi kemiskinan dan punya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Conelliu.

Forum tersebut adalah kerja sama dari Badan Administrasi Radio dan Televisi Negara Tiongkok, Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, Pemerintah Kota Beijing, dan Persatuan Penyiaran Afrika.

Selama forum tersebut disepakati enam kesepakatan radio dan televisi serta 20 proyek kerja sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...
Luar Negeri
Prancis Kerahkan Ribuan Pol...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...

Janice Tjen Juarai Ganda Putri Japan Open 2026

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Daerah
Asap Karhutla Pekat Menyeli...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.