Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Protes Rencana UE Kenakan Tarif Impor Mobil Listrik 36 Persen

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 12:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Protes Rencana UE Kenakan Tarif Impor Mobil Listrik 36 Persen Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning.

BEIJING - Tiongkokmemprotes rencana Uni Eropa untuk membuat aturan final pengenaan tarif hingga 36 persen terhadap mobil listrik (electric vehicleatau EV) buatan Tiongkok.

"Saya tegaskan bahwa penyelidikan (Uni Eropa atas mobil listrik buatan Tiongkok) adalah tindakan proteksionis dan bermotif politik yang khas. Industri kendaraan listrik dan asosiasi bisnis Tiongkok juga menyuarakan penolakan keras mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri TiongkokMao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (21/8).

Badan Eksekutif Uni Eropa (UE), Komisi Eropa, pada Selasa (20/8) menyatakan rencananya untuk mengenakan bea impor selama 5 tahun maksimum hingga 36 persen terhadap mobil listrik buatan (EV) Tiongkok, kecuali jika negara tersebut dapat menawarkan solusi alternatif atas sengketa dagang terkait subsidi negara.

Rencana tersebut dilakukan sebagai hasil penyelidikan antisubsidi menemukan bahwa Tiongkok dianggap secara tidak adil merugikan kompetitiornya asal Eropa. UE sebelumnya juga sudah memberlakukan tarif sementara yang tinggi terhadap EV dari Tiongkok, yaitu bea saat ini ditambah 10 persen sejak 5 Juli 2024.

Tindakan UE itu, menurut Mao Ning, mengabaikan fakta, tidak menghormati aturan WTO, menentang tren sejarah, mengganggu proses transisi hijau UE dan upaya global untuk menanggapi perubahan iklim, serta akan merugikan UE sendiri maupun pihak lain.

"Kami mendesak UE untuk segera menghentikan tindakan yang keliru, berhenti mempolitisasi dan menjadikan isu ekonomi dan perdagangan sebagai senjata, menunjukkan ketulusan yang sesungguhnya, dan bekerja sama dengan Tiongkokuntuk mempercepat diskusi guna menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah," tambah Mao Ning,

Ia berharap diskusi Tiongkok dan UE dapat menghindari meningkatnya ketegangan perdagangan dan merusak kepercayaan serta kerja sama antara Tiongkokdan UE.

"Tiongkok akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan kami," tegas Mao Ning.

Dalam draf pengenaan tarif impor dicantumkan tarif final untuk produsen utama Tiongkokakan menjadi 17 persen untuk EV buatan BYD (sedikit diturunkan dari 17,4 persen), 19,3 persen untuk Geely (turun dari 19,9 persen) dan 36,3 persen untuk SAIC (turun dari 37,6 persen).

Produsen EV lain di Tiongkokyang bekerja sama dengan UE akan dikenakan tarif sebesar 21,3 persen (sedikit naik dari 20,8 persen), sedangkan produsen yang tidak bekerja sama akan dikenakan bea maksimum sebesar 36,3 persen.

Tesla, yang memproduksi di Tiongkok, meminta tarif tersendiri yang ditetapkan sebesar 9 persen, setelah UE menetapkan bahwa Tesla menerima subsidi lebih sedikit dari Tiongkokdibandingkan dengan produsen domestik.

Komisi Eropa akan menjadikan draf tarif tersebut final, dengan syarat masukan dari pihak-pihak yang berkepentingan sebelum akhir Agustus, dan persetujuan oleh negara-negara anggota UE paling lambat 30 Oktober 2024.

Komisi Eropa mengatakan bahwa UE terbuka untuk mencapai solusi alternatif yang efektif dan sesuai dengan aturan WTO, tapi Tiongkokharus menawarkan alternatif tersebut.

UE telah meluncurkan berbagai penyelidikan terhadap subsidi Tiongkokuntuk panel surya, turbin angin, dan kereta api, sementara Beijing memulai penyelidikannya sendiri terhadap impor brendi dan babi dari Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.