Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno akan Bertemu Menlu Tiongkok Wang Yi di Beijing

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno akan Bertemu Menlu Tiongkok Wang Yi di Beijing Doc: kemlu.go.id
Ket. ?Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RRT, Wang Yi, pada 7 Juli 2022, yang berada di Bali dalam rangka menghadiri Pertemuan Menlu G20.

BEIJING - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan bertemu dengan Menlu Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-5 yang akan berlangsung di Beijing.

"Atas undangan Menlu Wang Yi, Menlu Indonesia Retno Marsudi akan melakukan kunjungan ke Tiongkok pada 22-24 Agustus, di mana kedua menteri luar negeri akan bersama-sama memimpin Pertemuan ke-5 JCBC antara Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (21/8).

Pertemuan itu dilakukan Menlu Retno setelahJCBC ke-5 dengan Menlu Kamboja Sok Chenda Sophea di Phnom Penh, Kamboja pada 21 Agustus 2024 sekaligus memperingati 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kamboja.

JCBC Indonesia-Tiongkok ke-4 sebelumnya berlangsung di Jakarta pada 22 Februari 2023 antara Menlu Retno Marsudi dan Menlu Tiongkok Qin Gang.

Dalam JCBC ke-4 itu, Retno menyebut salah satu hal yang disampaikan adalah permintaan agar berbagai hambatan dagang dapat diatasi.

Indonesia juga bertekad meningkatkan kerja sama investasi dengan Tiongkok mengingat Beijing adalah investor kedua terbesar di Indonesia tahun lalu, bahkan menjadi investor nomor satu Indonesia pada kuartal terakhir tahun lalu, sebut Retno.

Selain itu disampaikan juga Indonesia membuka pintu investasi untuk Tiongkok, termasuk dalam memanfaatkan tenaga kerja Indonesia, perlindungan lingkungan, penguatan investasi hijau yang berkualitas, dan kerja sama infrastruktur.

Namun, Retno menekankan bahwa iklim investasi di Indonesia tetap akan mempertimbangkan kepentingan rakyat Indonesia.

Kemudian di bidang kesehatan, Indonesia dan Tiongkok telah bekerja sama dengan sangat baik dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang menjadi pengingat bagi setiap negara untuk memperkuat infrastruktur kesehatan, termasuk industri farmasi.

Adapun kemitraan kesehatan yang diusulkan Indonesia adalah implementasi kerja sama penelitian dan pengembangan vaksin dan genomika, penguatan kapasitas produksi bahan baku obat (BBO), implementasi komitmen kerja sama sister hospital, dan pembangunan herbal center di Indonesia.

Bidang lain yang dibahas adalah bagaimana meningkatkan konektivitas dan hubungan antar-masyarakat. Untuk itu, Retno mendorong Tiongkok agar memulihkan konektivitas antara kedua negara.

Pertemuan JCBC Indonesia-Tiongkok ke-4 berselang lima tahun dari JCBC Indonesia-Tiongkok ke-3 yang berlangsung di Beijing pada 2018. Pertemuan sempat tertunda karena pandemi Covid-19 namun saat ini kembali rutin dilakukan tiap tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.