Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Museum NTB Gelar Pameran Temporer Kerajaan Mataram Islam

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 16:40 WIB | Oleh:
Museum NTB Gelar Pameran Temporer Kerajaan Mataram Islam Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Pengunjung menyaksikan warisan budaya tak benda makanan khas kerajaan Mataram Islam berupa legomoro dan kembang waru koleksi Museum Kotagede yang dipamerkan di Museum NTB, Kota Mataram, Selasa (20/8).

MATARAM - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pameran temporer barang-barang peninggalan kerajaan Mataram Islam mulai dari kuliner, pakaian adat, hingga alat-alat kesenian untuk berdakwah.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengatakan pameran itu bercerita tentang pusat ibu kota pemerintahan dan wilayah penting Mataram Islam saat berada di Yogyakarta, yakni Kotagede, Pleret, dan Imogiri.

"Inilah sedikit kontribusi museum untuk pemajuan kebudayaan di NTB," ujarnya di Mataram, Selasa.

Pameran bertajuk Mataram Islam:Sakaningrat,Jayaningrat,Paraningratitu merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Museum Negeri NTB dan hanya berlangsung selama empat hari pada 20-23 Agustus 2024.

Nuralam menjelaskanSakaningratbercerita tentang asal mula kerajaan Mataram Islam di Kotagede. Daerah itu sebagai cikal bakal dari Mataram Islam dan sampai saat ini masih melestarikan berbagai tradisi Mataram Islam.

Sedangkan, Jayaningratadalah masa jaya Mataram Islam yang dipimpin oleh oleh Sultan Agung serta surutnya Mataram Islam masa Sunan Amangkurat I yang berada di Pleret. AdapunParaningratmenceritakan tempat peristirahatan para raja di Pajimatan Imogiri yang dibangun pada masa Sultan Agung.

Beragam peninggalan budaya baik benda maupun tak benda menjadi saksi kebudayaan Mataram Islam yang masih bisa dijumpai bila berkunjung ke Kotagede, Pleret, maupun Imogiri.

"Masyarakat bisa mengunjungi pameran itu secara gratis di Museum NTB," katanya.

Pameran Mataram Islam memberikan gambaran serta edukasi kepada masyarakat luas terkhusus masyarakat Nusa Tenggara Barat bahwa sejarah panjang dari Kesultanan Yogyakarta bermula dari Kerajaan Mataram Islam.

Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Sony Saifudin mengatakan ada sembilan benda yang dipamerkan, di antaranya kuliner khas kipo, legomoro, dan kembang waru koleksi Museum Kotagede.

Selanjutnya, replika umpak kerto berapa penyangga tiang keraton Kerto; rebana dan kipas sebagai alat kesenian; serta pakaian abdi dalem Keraton Kesultanan Yogyakarta dan Keraton Kesultanan Surakarta.

"Kami berharap pameran itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menambah pengetahuan tentang kerajaan Mataram Islam dan juga tentang Lombok. Karena selain pameran yang menghadirkan Mataram Islam juga ada pameran tentang Lombok," kata Sony. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.