Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Venesia Batasi Rombongan Turis 25 Orang per Hari

📅 Minggu, 18 Agu 2024, 13:00 WIB | Oleh:
Venesia Batasi Rombongan Turis 25 Orang per Hari Doc: Reuters

Pemerintah Venesia resmi memberlakukan aturan baru terkait pembatasan rombongan turis sebanyak 25 orang per hari. Warga Venesia dan para pengunjung menyambut baik peraturan baru untuk membatasi jumlah rombongan turis dalam upaya terbaru untuk mengurangi kepadatan.

Rombongan turis akan dibatasi hingga 25 orang dan pemandu wisata dilarang menggunakan pengeras suara untuk membantu kelancaran pejalan kaki dan membuat suasana menjadi lebih tenang.

"Saya rasa ini sudah tepat," kata warga lokal berusia 81 tahun, Edie Rubert, dikutip dari Reuters, Kamis (8/8).

"Akan lebih baik untuk menguranginya. Karena Anda tidak bisa berjalan di sepanjang jalan sempit di tepi kanal ketika kelompok-kelompok ini ada di sana," tambahnya, seraya mengatakan bahwa hal itu bahkan lebih buruk ketika dia harus menggunakan troli belanjanya.

Pada bulan April, Venesia menjadi kota pertama di dunia yang memperkenalkan sistem pembayaran bagi pengunjung dalam sebuah eksperimen yang bertujuan untuk mencegah para pelancong yang datang pada saat jam-jam sibuk.

Sebastian Fagarazzi, salah satu pendiri 'Venezia Autentica' (Authentic Venice) Tourist Enterprise mengatakan bahwa diperlukan lebih banyak tindakan.

"Ini mungkin keputusan yang baik dalam hal itu, tapi tidak akan cukup. Pariwisata di Venesia telah mendorong keluar 72% penduduknya dalam 70 tahun terakhir, jadi hanya 28% yang tersisa saat ini," ucapnya.

Pusat bersejarah Venesia memiliki lebih dari 170 ribu penduduk pada tahun 1954, menurut pemerintah kota. Tahun lalu, jumlah penduduknya turun menjadi lebih dari 49.000 jiwa.

"Sebagai konsekuensinya, tidak cukup hanya dengan membuat kelompok-kelompok kecil atau, misalnya, meminta orang untuk membayar pajak pariwisata yang kecil. Yang harus dilakukan adalah memikirkan kembali pariwisata untuk mendukung komunitas lokal," tambah Fagarazzi, yang organisasinya bertujuan untuk mendukung pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Pembatasan yang mencakup pusat kota dan juga pulau Murano, Burano dan Torcello ini juga mendapat acungan jempol dari beberapa turis.

"Ya, menurut saya itu bagus. Maksud saya, kota ini sangat, sangat padat di banyak tempat. Khususnya, kemarin kami berada di Basilika Santo Markus dan antriannya sangat panjang untuk masuk, jadi saya rasa ada kebutuhan untuk mengaturnya, mungkin itu cara terbaik untuk menggambarkannya," tutur Mark Kerr, yang berkunjung dari Skotlandia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.