Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta: Tiongkok Janji Bantu Selenggarakan Pemilu

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 02:45 WIB | Oleh:
Junta: Tiongkok Janji Bantu Selenggarakan Pemilu Doc: AFP/MYANMAR MILITARY INFORMATION TEAM
Ket. Pertemuan Bilateral | Menlu Tiongkok, Wang Yi (kiri), berjabat tangan dengan pemimpin junta di Myanmar, Min Aung Hlaing, saat keduanya bertemu di Naypyidaw, Rabu (14/8). Dalam pertemuan itu, media junta melaporkan bahwa Tiongkok menjanjikan dukungan teknis dan bantuan kepada Myanmar untuk melakukan sensus dan pemilihan umum yang dikelola militer.

YANGON - Tiongkok menjanjikan dukungan teknis dan bantuan kepada Myanmar untuk melakukan sensus dan diikuti dengan pemilihan umum yang dikelola militer, kata media pemerintah Myanmar pada Kamis (15/8). Janji itu menandakan dukungan Beijing terhadap junta yang saat ini terpojok oleh pemberontakan bersenjata dan terus kehilangan kekuatannya.

"Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan pemimpin junta Min Aung Hlaing pada tanggal 14 Agustus saat berkunjung ke Ibu Kota Naypyidaw dimana mereka mengadakan diskusi untuk melakukan pemilihan inklusif," lapor surat kabarGlobal New Light of Myanmar.

"Bantuan teknologi yang diperlukan akan diberikan kepada Myanmar untuk melakukan proses sensus. Selain itu, bantuan penting akan diberikan untuk pemilu," menurut media yang dikelola pemerintah tersebut.

Para jenderal Myanmar pada Juli lalu memperpanjang masa darurat selama enam bulan lagi untuk memberikan lebih banyak waktu dalam mengumpulkan data sensus untuk daftar pemilih. Jenderal Min Aung Hlaing sebelumnya mengatakan pemilu akan digelar pada tahun 2025.

Usulan pemilu ini banyak dicemooh karena dianggap sandiwara dan hasilnya tidak akan diakui oleh sebagian besar negara-negara Barat, dengan puluhan partai politik dibubarkan karena tidak mendaftar untuk mencalonkan diri, termasuk partai dominan Liga Nasional untuk Demokrasi, yang pemerintahannya digulingkan oleh militer. Sementara banyak partai yang mendaftar dianggap sebagai wakil junta, karena secara terbuka mendukung agenda junta dan mengutuk pemberontakan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak menyebutkan prospek bantuan dalam pernyataannya pada pertemuan Menlu Wang dengan Min Aung Hlaing, namun mengatakan bahwa kebijakan persahabatan Tiongkok dengan Myanmar berorientasi pada seluruh rakyat Myanmar.

Wang mengatakan Tiongkok mempertahankan posisi tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri, menghormati tradisi politik di negara Asia tenggara itu dan jalur pembangunan yang dipilih oleh pihak Myanmar berdasarkan kondisi nasionalnya sendiri.

"Tiongkok menentang kekacauan dan perang di Myanmar, campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan dalam negeri Myanmar, serta segala upaya untuk membuat perpecahan antara Tiongkok dan Myanmar, dan mencoreng nama Tiongkok," kata Menlu Tiongkok itu.

Pada kunjungannya itu, Menlu Wang juga bertemu dengan mantan panglima tertinggi dan penguasa militer Than Shwe, dan menyampaikan salam dari Presiden Xi Jinping.ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Memperkuat penanganan karhu...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.