Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Singapura 2,9 Persen pada Kuartal Kedua 2024

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi Singapura 2,9 Persen pada Kuartal Kedua 2024 Doc: istimewa

SINGAPURA - Ekonomi Singapura tumbuh 2,9 persen secara tahunan (year on year/ yoy) pada kuartal kedua (Q2) 2024, dengan rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 3,0 persen pada paruh pertama (H1) tahun ini.

Berdasarkan survei ekonomi kuartalan yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura, pada Selasa (13/8), pertumbuhan pada Q2 terutama didorong oleh sektor perdagangan grosir (wholesale), keuangan dan asuransi, serta informasi dan komunikasi.

Sementara itu seperti dikutip dari Antara, sektor manufaktur menyusut 1 persen (yoy) pada Q2 karena kontraksi di klaster manufaktur biomedis.

Klaster elektronik kembali mengalami pertumbuhan, didukung oleh permintaan yang kuat terhadap ponsel pintar (smartphone), komputer pribadi, dan cip yang berhubungan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), meski permintaan akan cip otomotif dan industri tetap lemah.

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura memperkirakan prospek permintaan eksternal Singapura akan tetap tangguh selama sisa tahun ini. Sektor manufaktur diperkirakan akan mengalami pemulihan secara bertahap pada H2 2024, didukung oleh pertumbuhan klaster elektronik yang kuat.

Pariwisata Pulih

Pemulihan sektor manufaktur yang diproyeksikan juga akan menguntungkan sektor-sektor jasa yang berhubungan dengan perdagangan. Selain itu, berlanjutnya pemulihan permintaan perjalanan udara dan pariwisata akan mendukung pertumbuhan di sektor-sektor yang berhubungan dengan pariwisata dan penerbangan.

Menurut pihak kementerian, mempertimbangkan situasi domestik dan eksternal, ekonomi Singapura akan tumbuh sebesar 2 hingga 3 persen sepanjang tahun ini.

Dikutip dari Vietnam (Vn) Express International, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian mengatakan secara keseluruhan, prospek permintaan eksternal Singapura diperkirakan akan tangguh hingga akhir tahun ini. Meskipun mencatat risiko penurunan tetap ada dari meningkatnya konflik geopolitik dan perdagangan atau jika kondisi keuangan global tetap ketat lebih lama dari yang diharapkan.

"Dengan latar belakang ini, sektor manufaktur Singapura diperkirakan akan mengalami pemulihan bertahap pada paruh kedua tahun ini," kata kementerian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.