Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Jelaskan Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter Jelaskan Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung Doc: ANTARA/tangkapan layar
Ket. Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Hendry Yoseph Nainggolan, Sp.JP, FIHA dalam diskusi daring yang digelar Kementerian Kesehatan, Rabu (14/8/2024).

Jakarta - Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Hendry Yoseph Nainggolan, Sp.JP, FIHA mengatakan henti jantung dan serangan jantung merupakan dua kondisi yang berbeda namun sering dianggap sama oleh masyarakat.

"Henti jantung dengan serangan jantung ini beda. Serangan jantung disebabkanaliran darah ke otot jantung mendadak mengalami gangguan. Pasienbiasanya masih sadar," kata Hendy dalam diskusi daring yang digelar Kementerian Kesehatan, Rabu.

Kemudian Hendry melanjutkankeluhan pasien serangan jantung bisa mengalami keluhan mendadak misalnya nyeri dada seperti tertindih benda berat dan dapat disertai rasa berdebar-debar maupun sesak napas.

Sedangkan henti jantung, Kata Hendry, adalah suatu kondisi mengancam nyawa. Sebab jantung seseorang berhenti karena gangguan irama jantung yang akut dan berat.

Berbeda dari pasien serangan jantung, umumnya, pasien henti jantung sudah tidak sadarkan diri dan tidak teraba nadinya. Oleh sebab itu, pertolongan pertama pada henti jantung adalah dengan memberikan kompresi dada atau CPR (cardiopulmonary resuscitation).

"Pastikan area di sekitar pasien itu aman. Lalu berikan posisi yang baik untuk pasien, di alas yang padat. Kemudian nilai akses pembuluh darah di lehernya maksimal 10 detik," jelas Hendry.

Jika nadi tidak teraba selama 10 detik, maka segera berikan CPR sambil meminta pertolongan medis. Hendry mengatakan, CPR dapat dilakukan terus hingga tim medis datang.

Kendati demikian, pada kasus serangan jantung, tidak akan ada tindakan khusus yang bisa dilakukan masyarakat awam untuk penindakan awal. Oleh karena itu, pasien serangan jantung harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Kalau ditanya adakah manuver atau posisi tertentu yang dapat dilakukan, jelas tidak ada. Tapi bagaimana kita menenangkan pasien sambil kita bawa ke faskes, itu juga menjadi perlindungan yang penting. Baringkan juga dengan nyaman," kata Hendry.

Pada kasus serangan jantung juga tidak ada obat yang bisa diberikan. Sebab, prosedur pertolongan serangan jantung memerlukan pemeriksaan dan pengobatan di ranah medis, jelas Hendry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.