Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Rawan Terkoreksi

📅 Senin, 12 Agu 2024, 09:08 WIB | Oleh:
IHSG Rawan Terkoreksi Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak ke zona negatif, mengawali pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sejumlah sentimen.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG bakal dipengaruhi fluktuasi rupiah dan sikap investor menanti rilis data ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (12/8), rawan terkoreksi dengan support di 7.219 dan resist di 7.267.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/8) sore, ditutup menguat dipimpin oleh saham- saham sektor bahan baku (basic materials).

IHSG ditutup menguat 61,87 poin atau 0,86 persen ke posisi 7.257,00. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,22 poin atau 1,03 persen ke posisi 908,13.

"IHSG dan bursa regional Asia menguat mengikuti penguatan bursa Amerika Serikat (AS), yang ditopang data pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan sehingga meredakan kekhawatiran akan perlambatan pasar tenaga kerja," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, data klaim baru tunjangan pengangguran AS pada pekan lalu mencapai 233.000, di bawah ekspektasi 240.000, turun dari 250.000 pada pekan sebelumnya.

Data tersebut setidaknya memberikan kepercayaan pasar terhadap kondisi ekonomi AS, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi dan bayangan kemungkinan terjadinya resesi di AS.

Biro Statistik Nasional Tiongkok menyampaikan tingkat inflasi tahunan naik menjadi 0,5 persen pada Juli 2024 dari 0,2 persen pada Juni, atau melampaui perkiraan pasar sebesar 0,3 persen.

Data tersebut menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam permintaan domestik saat pemerintah Tiongkok meningkatkan stimulus sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam rilisnya menyatakan data Indeks Penjualan Riil (IPR) periode Juni 2024 meningkat 2,70 persen dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.