Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

17 Orang Tewas akibat Tertimpa 'Gunung Sampah' di Uganda

📅 Senin, 12 Agu 2024, 16:37 WIB | Oleh:
17 Orang Tewas akibat Tertimpa 'Gunung Sampah' di Uganda Doc: HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Ket. Setidaknya 17 jenazah ditemukan dari tumpukan sampah di Kampala, ibu kota Uganda yang secara tragis runtuh dan mengubur rumah serta ternak pada Sabtu (10/8).

KAMPALA - Setidaknya 17 jenazah telah ditemukan dari tumpukan sampah Kampala, ibu kota Uganda yang secara tragis runtuh dan mengubur rumah serta ternak pada Sabtu (10/8) pagi.

Sejauh ini, 14 orang penyintas telah diangkut tim penyelamat sementara upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung oleh penduduk setempat, Palang Merah Uganda, polisi, Otoritas Jalan Nasional, dan Otoritas Ibu Kota Kampala, kata juru bicara kepolisian metropolitan Kampala, Fred Onyango.

Presiden Yoweri Museveni telah mengarahkan Inspektur Jenderal Pemerintah untuk "segera menyelidiki" keadaan di mana tumpukan sampah tersebut mengubur orang-orang dan melukai beberapa lainnya.

Museveni mengatakan pada Sabtu bahwa ia telah menginstruksikan Perdana Menteri Robinah Nabbanja untuk mengoordinasikan pemindahan semua rumah tangga dari zona berbahaya tersebut, selain memastikan pemulihan yang mungkin, termasuk untuk orang-orang yang mungkin masih terperangkap di bawah tumpukan sampah.

"Pertanyaan pertama yang muncul adalah, 'Siapa yang mengizinkan orang untuk tinggal di dekat tumpukan yang berpotensi limbah beracun dan berbahaya ini?'" kata presiden dalam sebuah pernyataan yang diposting di X.

Museveni juga mengatakan bahwa ia telah memerintahkan pasukan militer khusus negara itu untuk memperkuat tim pencarian dan penyelamatan.

Pihak berwenang di Kampala menambahkan bahwa personel pemerintah dan Palang Merah secara aktif mencari di lokasi tersebut.

"Tim kami, bersama dengan lembaga pemerintah lainnya berada di lokasi untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna memastikan area tersebut aman dan mencegah insiden lebih lanjut," kata mereka.

Otoritas Ibu Kota Kampala mengatakan bahwa "kegagalan struktural dalam massa sampah" menyebabkan runtuhnya sebagian dari tempat pembuangan sampah tersebut.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mungkin masih ada lebih banyak jenazah yang terperangkap di bawah tumpukan sampah yang runtuh setelah hujan deras.

Tempat pembuangan sampah Kiteezi, yang didirikan pada 1996, adalah tempat pembuangan sampah di utara Kampala tempat semua sampah dikumpulkan dari ibu kota.

Warga telah lama mengkhawatirkan limbah berbahaya yang telah menjadi bukit yang menjulang tinggi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.