Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

CdM Indonesia Sebut Dua Emas Ini Tanda Kita Bisa Saingi Tiongkok dan AS

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 05:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
CdM Indonesia Sebut Dua Emas Ini Tanda Kita Bisa Saingi Tiongkok dan AS Doc: ANTARA/Wahyu Putro A
Ket. Lifter Indonesia Rizki Juniansyah (tengah) bersama lifter Thailand Wichuma Weeraphon (kiri) dan lifter Bulgaria Andreev Bozhidar Dimitrov (kanan) berpose dengan medali mereka usai upacara pengalungan medali kelas 73 kg putra Olimpiade Paris 2024 di South Paris Arena, Paris, Prancis, Kamis (8/8/2024).

Jakarta - Chef de Mission (CdM) Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan dua emas yang diperoleh kontingen Merah Putih menjadi tanda bahwa Indonesia bisa menyaingi Tiongkok dan Amerika Serikat di luar cabang olahraga bulu tangkis.

Atlet panjat tebing, Veddriq Leonardo dan atlet angkat besi, Rizki Juniansyah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

"Terima kasih sekali kita bisa mendapatkan dua medali emas, dan ini kali pertama emas dil uar badminton. Ini menandakan Indonesia bisa bersaing dengan siapapun termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat. Bangga dengan Veddriq dan Rizki juga semua supporting system. Ini kerja keras tim juga sebagai kado ulang tahun Indonesia ke-79," ujar Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Anindya Bakrie dalam keterangan resmi, Jumat.

Dengan memperoleh tambahan dua medali emas dalam tempo satu hari, peringkat Indonesia di klasemen langsung meroket dari sebelumnya peringkat ke-70 kemudian melesat ke peringkat 28 besar dengan total dua medali emas dan satu medali perunggu.

Di panjat tebing nomor speed putra, Veddriq Leonardo mampu mengungguli atlet andalan Tiongkok, Wu Peng di babak final usai tampil tercepat dengan catatan waktu 4,75 detik. Lalu podium ketiga diamankan oleh atlet Amerika Serikat, Sam Watson yang memecahkan catatan waktu tercepat dunia pada pertandingan perebutan tempat ketiga.

Sementara di angkat besi, Rizki Juniansyah yang tampil di kelas 73 kg putra meraih total angkatan 354 kg dengan rincian snatch 155 kg serta clean and jerk 199 kg sekaligus mencatatkan rekor Olimpiade. Medali perak diraih wakil Thailand, Weeraphon Wichuma dengan total angkatan 346 kg dan perunggu direbut Bozhidar Andreev dari Bulgaria lewat torehan 344 kg.

"Bersyukur Indonesia peringkatnya melesat di klasemen Ini kerja keras semua pihak mulai dari pemerintah, NOC, KONI, cabang olahraga, insan olahraga dan semua pihak yang mendukung. Sekali lagi terima kasih lagu Indonesia Raya bisa berkumandang dua kali. Terakhir kali 32 tahun lalu pada Olimpiade Barcelona 1992," ucap Anin.

Sejak Indonesia mengikuti Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia, total atlet Indonesia sudah mengoleksi 40 medali dan sepuluh diantaranya medali emas.

Medali pertama Indonesia diraih pada Olimpiade Seoul 1988, yakni meraih medali perak lewat tiga Srikandi panahan Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani. Di Olimpiade tersebut, Indonesia finis di peringkat 36.

Kemudian emas pertama Indonesia diraih pada Olimpiade Barcelona 1992. Tim Merah Putih langsung mengamankan dua medali emas melalui cabang bulutangkis tunggal putra Alan Budi Kusuma serta tunggal putri Susi Susanti. Total Indonesia meraih dua emas, dua perak, satu perunggu di peringkat 24 klasemen medali.

Kemudian tradisi medali emas Indonesia selalu terjaga mulai Atalanta 1996 di peringkat 41 dengan 1 emas, 1 perak, 2 perunggu. Di Olimpiade Sydney 2000 di peringkat 38 dengan satu emas, tiga perak dan dua perunggu.

Pada penampilan Tim Indonesia di Olimpiade Athena 2004 berada di peringkat 48 dengan satu emas, satu perak dan dua perunggu. Olimpiade Beijing 2008 di peringkat 40 dengan satu emas, satu perak dan empat perunggu. Olimpiade London 2012 Indonesia belum berhasil menjaga tradisi emas hanya meraih dua perak dan satu perunggu di peringkat 60.

Tradisi emas kembali terjaga pada Olimpiade Rio 2016 di peringkat 46 dengan satu emas dan dua perak. Olimpiade Tokyo 2020 di peringkat 55 dengan satu emas, satu perak dan tiga perunggu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.