Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Aktivitas Gunung Lewotobi Masih Tinggi

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 16:28 WIB | Oleh:
Waspada Aktivitas Gunung Lewotobi Masih Tinggi Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Jumat (9/8)

LEWOLEBA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk waspada karena aktivitas kegempaan masih tinggi.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh dari pemantauan visual dan instrumental, menunjukkan aktivitas visual dan kegempaan pada Gunung Lewotobi Laki-laki masih tinggi," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi P Hadi Wijaya dalam keterangan diterima di Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Jumat.

Berdasarkan pengamatan visual periode 1-7 Agustus 2024, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan pada tinggi kolom erupsi yang sebelumnya rata-rata 300-1.000 meter, namun sekarang rata-rata tinggi kolom erupsi antara 300 hingga 1.200 meter.

Guguran pada periode ini terekam pada alat seismik, namun tidak terlihat perubahan yang signifikan sehingga kemungkinan guguran masih terjadi di sekitar puncak.

Ia menjelaskan data visual pesawat nirawak menunjukkan pusat aktivitas berada pada dua lubang erupsi yakni kawah utama Gunung Lewotobi Laki-laki dan lubang erupsi di barat laut gunung tersebut, yang ditunjukkan beberapa kali erupsi bergantian dari kedua lubang erupsi tersebut.

Gempa frekuensi rendah pada periode itu masih fluktuatif yang mengindikasikan material magma dari dalam mengalami perpindahan ke arah permukaan sehingga indikasi suplai magma masih ada.

Gempa-gempa vulkanik dangkal menurun cukup signifikan, namun vulkanik dalam masih stabil dan mengindikasikan masih adanya suplai magma yang cukup tinggi.

"Potensi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih akan terjadi dikarenakan masih adanya suplai magma dari dalam," kata dia.

Berkaitan dengan aktivitas visual dan kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih tinggi, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.

"Serta sektoral 4 km pada arah utara-timur laut dan 5 km pada sektor timur laut," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.