Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Ajak Masyarakat Sumut Dukung Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah untuk Cegah Penyakit

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 01:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Ajak Masyarakat Sumut Dukung Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah untuk Cegah Penyakit Doc: ANTARA/M. Sahbainy Nasution
Ket. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr Azhar Jaya (tengah) memberikan keterangan di Medan, Kamis (8/8/2024).

Medan - Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr Azhar Jaya mengajak masyarakat Sumatera Utara mendukung program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk mencegah penyakit.

"Program ini sudah terbukti di seluruh dunia, dan sudah direkomendasikan oleh WHO," ujar Azhar di Medan, Kamis.

Sebab, menurut dia, imunisasi ini sangat efektif untuk mencegah beberapa penyakit tertentu. Oleh karena itu, Azhar meminta masyarakat jangan terpancing isu yang negatif terkait imunisasi.

Dia mengatakan isu negatif tersebut terkait imunisasi tidak benar, karena di luar negeri kegiatan tersebut sudah menjadi standar.

"Kalau ini berbahaya, pasti seluruh dunia akan menolak," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Azhar, imunisasi pada anak tersebut sangat penting demi kualitas anak bangsa yang lebih baik ke depan.

"Kami mohon masyarakat Sumut mendukung BIAS, sehingga kita mendapatkan bibit muda dan generasi muda yang bisa nantinya meneruskan negara ini," tutur dia.

Bulan Imunisasi Anak Sekolah adalah pemberian imunisasi lanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakit campak, rubella, difteri, tetanus dan kanker serviks.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Basarin Yunus Tanjung mengatakan di Sumatera Utara saat ini capaian imunisasi HPV bagi anak perempuan kelas 5 tahun 2023 baru mencapai 57,55 persen.

Minimnya informasi yang tepat, serta sejumlah kekhawatiran seputar imunisasi HPV masih menjadi penyebab keengganan masyarakat khususnya orang tua, untuk berpartisipasi dalam program ini.

"Inilah mengapa dibutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak untuk bisa bersama-sama mempercepat capaian imunisasi HPV, guna menekan laju kasus kanker serviks serta menjaga kualitas kesehatan generasi kita," katanya.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr Prima Yosephine menyebutkan kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi dan beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia.

Data Globocan mencatat pada 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.

Untuk mempercepat pencapaian target eliminasi kanker serviks, pada 2023 Kementerian Kesehatan mengukuhkan Rencana Aksi Nasional (RAN) yang terdiri atas empat pilar, dengan pilar 1 berupa pemberian layanan berisi kegiatan vaksinasi, skrining dan tata laksana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.