Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Korban Banjir Gorontalo Meninggal Terindikasi Terkena Leptospirosis

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 17:10 WIB | Oleh:
Empat Korban Banjir Gorontalo Meninggal Terindikasi Terkena Leptospirosis Doc: ANTARA/Adiwinata Solihin
Ket. Foto aerial rumah yang terendam banjir di Tilango, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Jumat (12/7).

GORONTALO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo menyebutkan empat korban banjir di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo meninggal dunia terindikasi leptospirosis atau penyakit bakteri yang menyebar melalui air seni hewan yang terinfeksi.

"Setelah kita kirim hasil pemeriksaan laboratorium, memang satu orang itu positif leptospirosis dan tiga lainnya gejalanya menunjukkan leptospirosis," ucap Kepala Dinkes Provinsi Gorontalo Anang Otoluwa, di Gorontalo, Jumat.

Menurut Anang, empat korban tersebut diduga terkena penyakit leptospirosis saat berada dalam air banjir yang tercampur dengan kencing tikus. Satu korban positif berdasarkan hasil laboratorium dan tiga lainnya sampel darah tidak dapat diambil dengan baik atau rusak, sehingga tidak terperiksa namun gejalanya sama.

"Bisa karena kencing tikus, tetapi bisa juga dari binatang lain," ujar Anang.

Ia menjelaskan, sekitar lima hari setelah banjir pada bulan Juli 2024 yang lalu, pihaknya bersama balai laboratorium dari Manado memeriksa tikus yang berada di sekitar lokasi banjir yaitu di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

"Jadi, tikus ini sekitar 16 ekor. Waktu itu diambil ginjalnya untuk memastikan apakah leptospirosis itu ada di ginjal tikus," kata dia.

Ada hal yang menarik, kata Anang, ternyata ada satu jenis yang diperiksa di Surabaya bakteri itu bukan dari tikus tetapi anjing.

"Nah jadi ini yang harus kita waspadai, selain tikus juga ternyata anjing, kalau misalnya liur anjing tercampur dengan air lalu itu kena di luka, maka itu akan langsung masuk ke darah," ujar Anang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.