Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Usulkan Produk Perikanan Masuk Komponen Paket Bantuan Pangan

📅 Minggu, 04 Agu 2024, 18:04 WIB | Oleh:
KKP Usulkan Produk Perikanan Masuk Komponen Paket Bantuan Pangan Doc: Istimewa.
Ket. Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar demo pengolahan talam (jajanan pasar) yang diberi hidrolisat protein ikan (HPI). 

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusulkan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memasukkan produk perikanan sebagai komponen paket bantuan pangan ke masyarakat. Langkah ini sekaligus untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Kami selalu siap berkolaborasi dengan siapapun, termasuk juga dengan Bapanas demi terwujudnya ketahanan pangan, utamanya dalam pemenuhan protein," ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (3/8).

Dia menjelaskan, telah mendiskusikan usulan agar ikan hasil tangkapan nelayan maupun hasil budidaya dapat menjadi bagian dalam paket bantuan pangan. Bahkan pihaknya telah bersurat ke Bapanas guna memastikan kesiapan dukungan terkait sentra-sentra produksi perikanan, termasuk ketersediaan, jenis, volume, serta produk inovasi perikanan.

Masuknya produk perikanan dalam komponen bantuan pangan akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya karena hasil produksi terserap optimal. Tidak hanya itu, angka asupan protein ikan nasional juga ikut meningkat.

Budi optimistis Indonesia dapat mencapai angka asupan protein 100 gr/kapita/hari, mengingat memiliki sumber daya protein hewani yang beragam, khususnya ikan, baik yang berasal dari perairan darat maupun laut.

"Gerakan peningkatan asupan protein merupakan upaya agar Indonesia dapat meningkatkan angka asupan protein dari yang saat ini 62 menjadi 100 sebagaimana negara-negara maju," terangnya.

Mengenai peningkatan angka protein nasional ini, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana menambahkan, berbagai inovasi terus, di antaranya gencar mempromosikan hidrolisat protein ikan (HPI).

Seperti yang dilakukan pada acara HUT ke-3 Bapanas, KKP melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) menggelar demo pengolahan talam (jajanan pasar) yang diberi hidrolisat protein ikan (HPI).

"Kita ingin mendekatkan ikan kepada masyarakat, termasuk yang tidak doyan makan ikan utuh, bisa mengonsumsi ikan dalam bentuk HPI yang jadi bahan jajanan sehari-hari," tutur Erwin.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan bahwa KKP juga ikut serta memfasilitasi beberapa UMKM binaan guna menyukseskan gerakan pangan murah yang diinisasi Bapanas yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan belum lama ini.

"Kita ingin menunjukkan ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah dan harganya terjangkau," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Bapanas, Arie Prasetyo mengapresiasi dukungan KKP. Arie meyebut bahwa ketahanan pangan harus ditopang dengan semangat kemandirian dan kedaulatan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.