Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanas, Korsel Cermati Hubungan Korut dan Tiongkok di Tengah Dugaan Keretakan

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memanas, Korsel Cermati Hubungan Korut dan Tiongkok di Tengah Dugaan Keretakan Doc: Antara/Xinhua/Ju Peng
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.

Seoul - Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengamati hubungan antara Korea Utara dan Tiongkok secara seksama di tengah tanda-tanda yang semakin menunjukkan hubungan kedua negara itu semakin renggang.

Badan tersebut pada Rabu menjelaskan pihaknyamemantau setiap pergerakan yang tidak biasa setelah mengetahui bahwa tampaknya pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menginstruksikan sejumlah diplomatnya yang ditempatkan di Tiongkok "untuk tidak mempedulikan Beijing" saat mereka bertugas.

Laporan surat kabar Korea Selatan,JoongAng Ilbo, yang mengutip sumber anonim menjelaskan bahwa sebelumnya pada Rabu pagi Kim telah memberikan arahan tersebut kepada beberapa diplomat Korea Utara di Tiongkok.

Jika itu benar, hal tersebut memperkuat spekulasi keretakan antara Pyongyang dan Beijing meningkat. Berbeda dengan hubungan Korea Utara yang semakin erat dengan Moskow yang menjadi lebih jelas setelah kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang bulan lalu.

Dugaan Pyongyang dan Beijing "menjauh"telah mendapat perhatian setelah Tiongkok mencabut plakat jejak kaki yang dipasang di salah satu jalan di Dalian pada Mei. Jalan tersebut merupakan tempat Kim dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berjalanbersama saat kunjungan Kim ke Provinsi Liaoning pada 2018 lalu.

Selain itu, Korea Utara menyampaikan kecaman atas pernyataan bersama antara Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang setelah ketiganya bertemu di pertemuan puncak trilateral pada Mei lalu.

Kecaman tersebut merupakan sebuah reaksi yang sangat tidak biasa dari Pyongyang terhadap hasil pertemuan diplomatik yang melibatkan Beijing, sekutu tradisionalnya dan dermawan ekonomi sejak lama.

Beberapa pembelot Korea Utara juga menyatakan otoritas Korea Utara mulai membatasi transaksi berbasis yuan Tiongkok di pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.