- Home
-
- Luar Negeri
-
- Aksi Protes Berlanjut Sete...
Aksi Protes Berlanjut Setelah Ultimatum Diabaikan
Rabu, 31 Jul 2024, 02:35 WIBDHAKA - Mahasiswa Bangladesh pada Senin (29/7) kembali turun ke jalanan melanjutkan aksi protes setelah pemerintahan pimpinan Perdana Menteri Sheikh Hasina mengabaikan ultimatum untuk membebaskan para pemimpin mereka dan meminta maaf atas korban yang tewas dalam kerusuhan mematikan beberapa waktu lalu.
Unjuk rasa mahasiswa yang dilakukan untuk menentang kuota pekerjaan pegawai negeri sipil bulan ini memicu kekerasan selama berhari-hari yang menewaskan sedikitnya 205 orang, termasuk beberapa petugas polisi, menurut hitungan data polisi, rumah sakit dan kantor beritaAFP.
Bentrokan tersebut merupakan salah satu bentrokan terburuk dalam 15 tahun masa jabatan PM Hasina, namun pemerintahannya telah memulihkan ketertiban dengan mengerahkan pasukan, memberlakukan jam malam, serta mematikan internet secara nasional.
Setidaknya setengah lusin pemimpin dari Mahasiswa Melawan Diskriminasi, kelompok yang mengorganisir protes awal, termasuk di antara ribuan orang yang ditahan polisi.
"Pemerintah terus menunjukkan ketidakpekaan terhadap gerakan kami," kata Abdul Kader, salah satu koordinator kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan. "Kami meminta seluruh warga Bangladesh untuk menunjukkan solidaritas terhadap tuntutan kami dan bergabung dalam gerakan kami," imbuh dia.
Pada Senin, beberapa aksi protes sempat terjadi di Ibu Kota Dhaka dan di tempat lain di Bangladesh, akan tetapi jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari aksi protes yang terjadi pada awal bulan. Namun sebagai antisipasi, pasukan keamanan tetap dikerahkan di tempat lain untuk mencegah meluasnya aksi demonstrasi ini.
Para pemimpin kelompok Mahasiswa Melawan Diskriminasi sebelumnya telah berjanji untuk mengakhiri aksi mereka yang telah berlangsung selama seminggu jika polisi membebaskan para pemimpin mereka pada Minggu (28/7) malam. Tuntutan kelompok tersebut juga mencakup permintaan maaf publik dari PM Hasina atas kekerasan yang terjadi, pemecatan beberapa menterinya, dan pembukaan kembali sekolah dan universitas di seluruh negeri yang ditutup pada puncak kerusuhan.
"Setidaknya 9.000 orang telah ditangkap secara nasional sejak kerusuhan dimulai," menurut surat kabar lokal,Prothom Alo.
Kembali Normal
Sementara itu Kementerian Luar Negeri Bangladesh dalam sebuah pernyataan pada Minggu menyatakan bahwa situasi di negaranya kembali normal berkat tindakan yang tepat waktu dan tepat yang diambil oleh pemerintah dan masyarakat.
Pemerintahan PM Hasina juga mengumumkan hari berkabung nasional pada Selasa (30/7) bagi mereka yang tewas dalam kerusuhan tersebut.
Protes dimulai bulan ini atas pemberlakuan kembali skema kuota yang menyediakan lebih dari separuh seluruh pekerjaan pemerintah untuk kelompok tertentu. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Jadi Sorotan! Presiden Naik Maung MV3 Garuda Limousine ke Kompleks MPR
-
3 Pulau di Maluku Tengah Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi Raksasa
-
Peningkatan Ekspor Dimulai dari Penguatan SDM dan IKM
-
Jalan Jatimakmur Bekasi Kerap Tergenang Meski Tak Hujan, Pemkot Benahi Drainase
-
KKP: Penyaluran BBM Solar Rp15.000 per Liter bagi Nelayan, Begini Skema & Mekanismenya!
-
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK
-
Pemkab Kepahiang Minta Pengembang PSN PLTP Kabawetan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.