Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus DBD Kota Depok Merebak

📅 Rabu, 31 Jul 2024, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus DBD Kota Depok Merebak Doc: ANTARA/Foto: Feru Lantara
Ket. Kepala Dinkes Kota Dwpok Mary Liziawati

DEPOK - Angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Depok cukup mengkhawatirkan. Untuk periode Januari-Juni sudah mencapai 3.331 kasus. Ini menjadi perhatian Pemkot Depok.

"Kasus DBD tertinggi bulan Maret dan Mei," jelas Kepala Dinkes Mary Liziawati, di Depok, Selasa. Melihat situasi demikian, Wali Kota Depok mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kesiapsiagaan peningkatan DBD.

Mary merinci kasus DBD Kota Depok didata mulai Januari sebanyak 202 kasus, Februari ada 328 kasus, Maret 730 kasus, April sebanyak 628 kasus, dan Mei dengan 802 kasus. Sedangkan angka bulan Juni mencapai sebanyak 641 kasus DBD.

"Kalau untuk bulan Juli masih berjalan. Laporannya nanti di bulan Agustus. Jadi belum dapat disampaikan untuk data bulan Juli," ucap Mary. Lebih jauh Mary menuturkan, dinkes terus melakukan langkah antisipasi kasus DBD.Puskesmas setempat, kata dia, akan merespons dengan cepat jika terjadi kasus DBD. Masyarakat diminta tidak segan untuk berobat ke Puskesmas.

"Puskesmas melakukan Penyelidikan Epidemiologi dengan kunjungan ke rumah pasien dan melakukan pemeriksaan pada radius 100 meter di sekitar rumah pasien," tuturnya. Mary mengimbau kepada fasilitas pelayanan kesehatan atau fasyankes untuk melakukan penanganan kepada pasien terduga DBD yang selanjutnya menangani pasien secara tepat.

"Juga disampaikan kepada fasyankes untuk menangani pasien DBD sesuai standar tata laksana dan menguatkan sistem rujukan," ucapnya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.