Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Binaan Lapas Tarakan Budidaya Tanaman Hidroponik

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 16:49 WIB | Oleh:
Warga Binaan Lapas Tarakan Budidaya Tanaman Hidroponik Doc: ANTARA/HO-Humas Lapas Tarakan
Ket. Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Sutarno didamping jajaran pejabat struktural dan staf Seksi Giatja bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam program Asimilasi Kerja Luar melakukan panen sayuran kangkung organik hasil budidaya tanaman hidroponik.

TARAKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) melakukan kegiatan panen sayuran kangkung organik hasil budidaya tanaman hidroponik.

"Hal tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) di bidang agribisnis yang bertempat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi," kata Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Sutarno di Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa.

Sutarno didampingi jajaran pejabat struktural dan staf Seksi Giatja bersama WBP yang tergabung dalam program Asimilasi Kerja Luar melakukan panen sayuran kangkung organik hasil budidaya tanaman hidroponik pada Senin (29/7).

Sutarno menerangkan panen sayuran kangkung dengan metode hidroponik ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi narapidana.

"Adanya kegiatan budidaya tanaman hidroponik ini merupakan bagian dari langkah kami dalam mengimplementasikan tugas fungsi pembinaan bagi WBP di bidang kemandirian dan keterampilan," katanya

Dalam hal ini kegiatan yang merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan serta Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan.

Kegiatan budidaya sepenuhnya dilakukan oleh para WBP yang tergabung dalam program Asimilasi Kerja Luar dengan pengawasan petugas.

Tujuan utama dari program asimilasi ini adalah bagian dari reintegrasi narapidana ke tengah-tengah masyarakat.

Dimana masyarakat dapat melihat secara langsung seluruh proses pembinaan yang berlangsung di luar tembok Lapas.

Program ini turut melibatkan instansi pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan sebagai salah satu mitra dalam kegiatan bidang agribisnis, baik dari segi koordinasi dan konsultasi maupun kegiatan visitasi lapangan oleh penyuluh pertanian," terangnya.

Kalapas juga menjelaskan manfaat yang diperoleh dari program pembinaan keterampilan WBP.

Hasil produk sayuran ini dipasarkan langsung secara konvensional ke masyarakat umum hingga dengan kemitraan.

"Besar harapan kami, budidaya hidroponik dapat secara berkelanjutan berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan berupa keterampilan bagi WBP, premi dari hasil penjualan produk hingga penerimaan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) fungsional," kata Sutarno. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.