Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produsen Suku Cadang Mobil Jerman Berencana Pangkas 25 Persen Pekerja

📅 Senin, 29 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Produsen Suku Cadang Mobil Jerman Berencana Pangkas 25 Persen Pekerja Doc: ISTIMEWA
Ket. Jerman

JAKARTA - Produsen suku cadang mobil asal Jerman, ZF, mengumumkan rencana untuk memangkas hingga seperempat atau 25 persen tenaga kerjanya di Jerman akibat tekanan yang ditimbulkan oleh peralihan ke kendaraan listrik.

Menurut pernyataan ZF, jumlah karyawan di Jerman akan berkurang secara bertahap sebanyak 11.000 hingga 14.000 dari total sekitar 54.000 karyawan saat ini, dengan target penyelesaian pada tahun 2028.

Keputusan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja domestik ini diambil untuk merespons perubahan dalam sektor mobilitas, khususnya di bidang elektromobilitas.

ZF menyebutkan bahwa restrukturisasi ini terutama akan difokuskan pada divisi motor listriknya, mengingat persaingan ketat, tekanan biaya, dan lemahnya permintaan terhadap kendaraan listrik.

Di sisi lain, perusahaan yang berbasis di Friedrichshafen ini menyatakan akan meningkatkan investasinya di bidang teknologi dalam mobil, sasis kendaraan, teknologi industri, dan layanan purnajual. Langkah ini dianggap sulit, tetapi perlu oleh CEO ZF, Holger Klein.

"Keseriusan situasi menuntut tindakan tegas agar perusahaan dapat beradaptasi dengan pasar yang lebih ketat dan lingkungan persaingan yang semakin sengit," ujar Klein, dilansir AFP, Jumat (26/7).

Perkuat Daya Saing

Restrukturisasi ini juga dinilai penting untuk memperkuat daya saing dan mempertahankan posisi ZF sebagai salah satu pemasok terkemuka dunia.

ZF menyatakan jaringan di Jerman akan dibuat lebih efisien setelah akuisisi baru-baru ini yang membuat perusahaan berkembang secara bertahap. Besaran pemangkasan pekerjaan ini akan bergantung pada perkembangan pasar lebih lanjut.

Tekanan ganda yang diakibatkan oleh berakhirnya era mesin pembakaran dan meningkatnya persaingan dari Tiongkok telah memberikan beban besar pada pemasok Eropa.

Selain ZF, produsen suku cadang seperti Bosch dan Webasto juga telah mengumumkan pemangkasan pekerjaan di sektor ini.

Sebelumnya, Bloomberg memberitakan Robert Bosch akan memangkas 1.200 pekerjaan di unit software (perangkat lunak) dan elektroniknya dalam tiga tahun mendatang. Pemasok otomotif asal Jerman ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk merespons biaya yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang melambat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.