Asean dan Uni Eropa Sepakat Hukum Internasional Harus Ditegakkan Tak Pandang Bulu

Sabtu, 27 Jul 2024, 00:08 WIB

Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan pentingnya penegakan hukum internasional tanpa pandang bulu bagi Asean maupun Uni Eropa (EU) dalam menyikapi pelanggaran yang terjadi di berbagai belahan dunia.

"Penghormatan terhadap hukum internasional penting bagi Asean dan penting juga untuk Uni Eropa. Prinsip ini harus diterapkan baik di Ukraina dan juga di Palestina," ucap Retno dalam Pertemuan Menlu Asean-Uni Eropa di Vientiane, Laos, Jumat.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Wakil Tinggi Uni Eropa untuk urusan Luar Negeri dan Keamanan Josep Borrell berbincang usai mengikuti agenda Pertemuan Menlu Asean-Uni Eropa di Vientiane, Laos, Jumat (26/7/2024). — Sumber: ANTARA/HO-Kemlu RI/Achmad Kautsar Prasetio

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Menlu RI menyoroti perkembangan positif dari negara-negara Eropa yang semakin memerhatikan persoalan Palestina meski tengah menghadapi konflik di Ukraina.

"Negara-negara (Eropa) yang mengakui Palestina bertambah, demikian juga dengan dukungan untuk UNRWA. Kita berharap negara-negara EU lainnya akan mengikuti langkah baik ini," kata Retno di hadapan Wakil Tinggi Uni Eropa untuk urusan Luar Negeri dan Keamanan Josep Borrell dan delegasi.

Sejauh ini, sudah ada 10 negara Eropa yang mengakui Palestina, yaitu Swedia, Siprus, Hungaria, Polandia, Slovakia, Romania, Bulgaria, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia.

Selain isu perdamaian, ia juga menyoroti kerja sama ekonomi Asean-Uni Eropa yang menurutnya harus berjalan di bawah prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling memberi manfaat bagi rakyat di kedua kawasan.

"Karena itu, Indonesia menentang kebijakan-kebijakan yang diskriminatif dan pendekatan yangone-size-fits-all(sama rata) yang menghambat perdagangan," tutur Menlu RI.

Retno juga mendorong dialog dan kerja sama erat antara Asean dan Uni Eropa semakin diperkuat, mengingat pentingnya hal tersebut untuk menumbuhkan rasa saling memahami dan menyelesaikan masalah secara konstruktif.

Ia menyebut pendekatan dialog sudah dilakukan melaluiJoint Working Group on Vegetable Oilsebagai salah satu kerangka kerja sama Asean-Uni Eropa yang diinisiasi Indonesia pada 2020 untuk memperjuangkan akseskomoditas kelapa sawit dan minyak nabati.

Setelah forum tersebut dilaksanakan tiga kali, yang terakhir pada 20-21 Juni 2023, forum tersebut akan kembali digelar tahun ini. Untuk itu, Retno meminta partisipasi aktif dari Uni Eropa dalam kelompok kerja bersama itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.