Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta dan Kelompok Etnis Klaim Kuasai Kota Lashio

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta dan Kelompok Etnis Klaim Kuasai Kota Lashio Doc: AFP
Ket. Kota Lashio l Suasana di Kota Lashio yang ada di Negara Bagian Shan utara pada 18 Juni lalu. Pada Kamis (25/7), kelompok bersenjata etnis minoritas mengklaim berhasil menguasai Kota Lashio dan markas komando militer regional yang ada di kota itu.

YANGON - Junta Myanmar dan kelompok bersenjata etnis minoritas pada Kamis (25/7) mengklaim bahwa mereka mengendalikan sebuah kota dan markas komando militer regional di Negara Bagian Shan utara setelah bentrokan bersenjata selama berhari-hari.

Pertempuran telah mengguncang Kota Lashio, markas komando militer di timur laut, sejak 3 Juli lalu ketika aliansi kelompok etnis bersenjata memperbarui serangan terhadap pasukan junta.

Media lokal yang dijalankan oleh Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) melaporkan bahwa kelompok tersebut sepenuhnya merebut markas komando Militer Timur Laut di Lashio pada tanggal 25 Juli pagi hari dan juga merebut Kota Lashio, yang dihuni sekitar 150.000 orang.

Juru bicara MNDAA, Li Jiawen, mengatakan para pejuang kelompok tersebut telah merebut Lashio, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Namun juru bicara junta Zaw Min Tun mengatakan kepada wartawan bahwa klaim tersebut tidak benar.

"Para pemberontak menyusup ke pinggiran Lashio sehingga (pasukan keamanan) mengikuti dan membersihkan mereka," kata dia, juga tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Komando militer timur laut terletak di utara Lashio. Sebuah video yang diunggah ke media sosial yang diklaim diambil di Lashio pada tanggal 25 Juli pagi menunjukkan jalan-jalan sepi tanpa ada tentara yang terlihat. Jurnalis AFP telah melakukan geolokasi video tersebut ke sebuah lokasi di kota sekitar 2 kilometer dari markas komando.

Serangan Udara

Negara Bagian Shan di bagian utara telah diguncang oleh pertempuran sejak akhir Juni ketika aliansi kelompok etnis bersenjata kembali melancarkan serangan terhadap militer di sepanjang jalan raya menuju Provinsi Yunnan, Tiongkok.

Bentrokan tersebut telah menghancurkan gencatan senjata yang ditengahi Beijing yang pada bulan Januari menghentikan serangan aliansi Tentara Arakan, Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, dan MNDAA.

Militer telah melakukan beberapa serangan udara di sekitar kota selama pertempuran, menurut warga. Puluhan warga sipil tewas atau terluka dalam pertempuran baru-baru ini, menurut junta dan kelompok penyelamat setempat.

Baik junta maupun aliansi etnis belum merilis jumlah korban di pihak mereka sendiri.

Di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri Asean di Laos pada Kamis, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, mengecam keengganan junta untuk terlibat dengan rencana perdamaian regional untuk menyelesaikan konflik. Hal ini ia sampaikan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.