Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Sebut Gempa di Mentawai Dangkal Tak Berpotensi Tsunami

24 Selasa, 23 Jul 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Sebut Gempa di Mentawai Dangkal Tak Berpotensi Tsunami BMKG Sebut Gempa di Mentawai Dangkal Tak Berpotensi Tsunami Doc: ANTARA/HO-Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
Ket. Peta pusat gempa bumi yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (23/7/2024).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa tektonik yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa (23/7) siang, merupakan gempa dangkal yang tak berpotensi tsunami.

"Gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme thrust fault yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, episenter gempa berskala 5,7 magnitudo tersebut berada di laut dengan kedalaman 18 kilometer dan berjarak sejauh 32 kilometer ke arah Barat Laut Kepulauan Mantawai, Sumatera Barat.

Gempa dengan titik koordinat 1,72° LS ; 99,54° BT itu sempat menimbulkan guncangan yang dirasakan masyarakat beberapa saat di daerah Kepulauan Mentawai dengan skala intensitas III - IV MMI.

Getaran dengan skala intensitas III-II MMI juga dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat lain pada wilayah Kota Padang, Pariaman, Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang Panjang pada pukul 10.10 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan tim BMKG sampai saat berita ini dipublikasikan belum mendapati adanya aktivitas gempa bumi susulan dan dampak kerusakan yang terjadi.

Dengan demikian, BMKG mengharapkan masyarakat setempat tidak terpengaruh oleh banyaknya informasi tak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa dan dampak lanjutan dari gempa di Mentawai tersebut.

Meskipun memang berdasarkan data sejarah dari Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat terakhir diguncang gempa dengan skala 6,0 magnitudo yang masuk dalam kategori merusak pada 2 Februari 2019. Saat itu sebanyak 15 unit rumah dan satu unit gereja rusak berat di Kecamatan Sikakap.

Untuk itu Daryono menegaskan bahwa pihaknya akan selalu memberikan informasi perkembangan atas kondisi tersebut memanfaatkan berbagai kanal media sosial infobmkg sehingga masyarakat bisa tetap tenang seraya meningkatkan kewaspadaan.

Sekaligus pula memberikan informasi terfaktual seputar potensi gempa bumi kepada pemerintah provinsi/kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dapat menjadi rujukan tindakan lanjutan untuk diteruskan kepada pemerintah tingkat kelurahan/desa di masing-masing daerah.

"Pastikan informasi itu resmi hanya bersumber dari BMKG, atau instansi yang membidangi lainnya," kata Daryono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.