Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara-negara Diminta Percepat Capai Target Pembangunan Keberlanjutan

📅 Senin, 22 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Negara-negara Diminta Percepat Capai Target Pembangunan Keberlanjutan Doc: ISTIMEWA
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

SINGAPURA - Negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada hari Jumat (19/7), disebut sangat menyimpang dari jalur yang benar dalam hal mencapai 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang antara lain akan mengangkat masyarakat miskin di seluruh dunia.

"Dengan hanya enam tahun untuk mencapai target global ini, masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencapainya," kata Presiden Majelis Umum PBB (UNGA), Dennis Francis, dalam sebuah wawancara media selama kunjungan resmi ke Singapura.

Dikutip dari The Straits Times, sasaran dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diadopsi pada 2015 dirancang untuk mencapai masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang pada tahun 2030, dengan mengatasi isu-isu seperti kemiskinan, ketidaksetaraan, perubahan iklim, perdamaian, dan keadilan.

"Meskipun isu-isu perdamaian dan keamanan masih ada tanpa adanya solusi definitif pada periode ini, kita tidak dapat menunda dan/atau mengabaikan kebutuhan akan pembangunan berkelanjutan," tambah diplomat karier Trinidad dan Tobago tersebut.

Semakin Besar

Dengan perang di Jalur Gaza dan Ukraina yang mendominasi perhatian dunia dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara anggota PBB telah mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk keamanan.

Hal ini memperparah kesenjangan pembangunan yang semakin besar sejak pandemi Covid-19.

Sebuah studi Bank Dunia pada 2023 menunjukkan pandemi menghambat tumbuh kembang jutaan anak-anak dan kaum muda di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Francis berharap para pemimpin dunia akan "berkomitmen kembali" dan "mempercepat" kemajuan mereka dalam SDGs 2015 pada KTT Masa Depan di bulan September, sambil mempertimbangkan isu-isu baru yang telah masuk dalam agenda pembangunan.

"Disadari atau tidak, setiap kali Anda pergi ke supermarket, Anda membayar perang di Ukraina dan Gaza. Karena rantai pasokan global terus terganggu dan harga pun naik," kata Francis merujuk bagaimana lingkungan geopolitik saat ini berdampak pada setiap orang.

Menyebut Singapura sebagai "suara akal sehat, keseimbangan, dan rasa hormat" di panggung internasional. Dia menambahkan, Singapura memberikan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di antara negara-negara dalam hal selalu memastikan bahwa kepentingan negara-negara berkembang, khususnya, dilindungi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.