Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Ingatkan Warga Supaya Rutin Cek Kesehatan agar Umur Panjang

📅 Minggu, 21 Jul 2024, 03:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Ingatkan Warga Supaya Rutin Cek Kesehatan agar Umur Panjang Doc: ANTARA/Auliya Rahman
Ket. Arsip Foto - Petugas melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan hemoglobin terhadap warga saat mengikuti bakti sosial di Kelurahan Panarung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (10/9/2023).

Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, publik perlu menjaga kesehatan dengan rutin melakukan cek kesehatan minimal setahun sekali agar dapat mengetahui riwayat kesehatan, dan segera mendapat penanganan apabila mengalami gangguan.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Budi mengatakan bahwa hal tersebut penting dilakukan seiring meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia. Sejumlah penyakit tidak menular, katanya, seperti jantung, stroke, dan kanker masih mendominasi penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia.

"Kalau itu dideteksi lebih dini 5 tahun sebelumnya, bisa dihindari sejak awal, jadi dia tidak akan kena stroke, tidak akan meninggal, umurnya akan panjang," ujarnya.

Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut adalah penyakit kronis yang terjadi dalam waktu lama serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Dia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kesehatan dasar untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Jika hasilnya tidak sesuai, harus segera berobat ke puskesmas.

"Kalau di atas batas normal jangan panik, cepat datang ke Puskesmas, dikasih obat gratis, benar-benar gratis," katanya.

Dia menambahkan, pemeriksaan lain yang perlu dilakukan yaitu lingkar perut atau Indeks Masa Tubuh (IMT). Batas aman lingkar perut pria, ujarnya, adalah 90 cm, sementara untuk wanita 80 cm.

Dia menilai, jika melebihi batas, harus segera dikontrol, sebab apabila lemak perut bila berlebihan akan memicu masalah kesehatan yang serius seperti serangan jantung.

"Paling mudah dilihat dari ukuran celana, kalau lebih dari 34 sudah obesitas, kalau 31-32 masih boleh," katanya.

Budi juga menyampaikan bahwa masyarakat sehat berkaitan erat dengan visi Indonesia maju pada 2045. Dia menambahkan, salah satu kriteria Indonesia maju adalah pendapatan per kapita yang mencapai Rp 15 juta per bulan.

"Kalau mau jadi Indonesia maju, orangnya harus sehat. Sehat itu harus dijaga jangan sampai sakit, caranya harus rajin ke Puskesmas untuk ukur 4 itu, minimal setahun sekali, kalau makin tua boleh lah 6 bulan sekali," katanya.

Apabila pengecekan itu dilakukan, katanya, maka masyarakat dapat hidup mencapai rata-rata usia harapan hidup Indonesia, bahkan lebih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.