Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi AS Ada di Level Lambat hingga Sedang

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi AS Ada di Level Lambat hingga Sedang Doc: ANTARA/XINHUA/LI JIANGUO
Ket. Pelanggan memilih barang di sebuah supermarket di Foster City, California, Amerika Serikat, pekan lalu.

WASHINGTON - Federal Reserve AS (the Fed) dalam Beige Book yang dirilis pada hari Rabu (17/7) menyebut aktivitas ekonomi Amerika Serikat (AS) mempertahankan laju pertumbuhan lambat hingga sedang di sebagian besar distrik dari akhir Mei hingga awal Juli 2024, dengan lebih banyak distrik melaporkan aktivitas yang stagnan atau menurun.

Berdasarkan survei the Fed, tujuh distrik melaporkan beberapa level peningkatan terkait aktivitas, lima lainnya mencatat laju aktivitas yang stagnan atau menurun, tiga distrik lebih banyak dibandingkan periode pelaporan sebelumnya.

Seperti dikutip dari Antara, upah terus mencatat pertumbuhan pada laju sedang hingga moderat di sebagian besar distrik, sementara harga secara umum dilaporkan naik pada level sedang.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditure/PCE) AS, indikator inflasi acuan the Fed, naik 2,6 persen pada Mei dari setahun lalu, masih lebih tinggi dari target inflasi jangka panjang bank sentral tersebut.

Dalam sidang dengar pendapat di Kongres pekan lalu, Gubernur the Fed AS, Jerome Powell, mengindikasikan the Fed sudah semakin mendekati keputusan untuk memangkas suku bunga. Namun, keyakinan yang lebih besar perihal inflasi diperlukan sebelum mengambil tindakan semacam itu.

Permintaan Melemah

Beige Book juga menyatakan bahwa mayoritas distrik mencatat permintaan yang melemah terkait pinjaman konsumen dan bisnis.

Ekspektasi terkait masa depan perekonomian berada di laju pertumbuh an yang lebih lambat selama enam bulan ke depan akibat ketidakpastian seputar pemilihan umum yang akan digelar, kebijakan dalam negeri, konflik geopolitik, dan inflasi.

Beige Book merupakan sebuah survei tentang kondisi ekonomi saat ini berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari 12 bank sentral regional the Fed. Kondisi ekonomi dan politik di AS, seperti kebijakan the Fed dan Pilpres AS akan mempengaruhi moneter di Indonesia, khususnya pada nilai tukar rupiah.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (19/7), turun dipengaruhi ketidakpastian mengenai pemilu AS yang terus berlanjut sehingga memberikan penguatan kepada dollar AS.

Pada awal perdagangan Jumat pagi, rupiah dibuka melemah 59 poin atau 0,36 persen menjadi 16.214 rupiah per dollar AS dari sebelumnya sebesar 16.155 rupiah per dollar AS.

"Ketidakpastian mengenai pemilu AS terus berlanjut selama sesi AS, mendorong dollar AS dan imbal hasil US Treasury lebih tinggi," kata Kepala Ekonom Bank Permata saat dihubungi Antara di Semarang.

Penguatan dollar AS juga didukung oleh sentimen dari Eropa dan Jepang. European Central Bank (ECB) mempertahankan suku bunga kebijakannya pada level 4,25 persen pada pertemuan Juli 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden ECB, Christine Lagarde, mengatakan keputusan penurunan suku bunga kebijakan pada tanggal September 2024 terbuka lebar, mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga lagi pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.