Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tulungagung Fasilitasi Pemulangan 10 Pekerja Migran Indonesia dari Timor Leste

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 21:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tulungagung Fasilitasi Pemulangan 10 Pekerja Migran Indonesia dari Timor Leste Doc: ANTARA/HO-Joko Pramono
Ket. Sekda Tulungagung Tri Hariadi.

Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memastikan pihaknya memfasilitasi sepenuhnya proses pemulangan 10 orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerahnya yang dideportasi dari Timor Leste karena bekerja menggunakan visa kunjungan.

"Ya, kami membantu proses kepulangan mereka," kata Sekda Tulungagung Tri Hariadi di Tulungagung, Rabu.

Tri menjamin bahwa seluruh biaya kepulangan mereka ditanggung oleh Pemkab Tulungagung.

Terakhir, ia berpesan agar kejadian serupa tidak terulang.

Masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri harus jeli dalam mencari agen tenaga kerja dan tidak bekerja di negara lain secara ilegal atau menggunakan dokumen yang tidak semestinya.

Diberitakan sebelumnya, 11 PMI telah dideportasi dari Timor Leste karena kedapatan masuk negara itu dan bekerja menggunakan visa kunjungan.

Dari 11 PMI itu, 10 di antaranya diidentifikasi sebagai warga Tulungagung, sementara satu lainnya warga Trenggalek.

Mereka telah dideportasi pemerintah Timor Leste dan ditampung paguyuban suku Jawa di Nusa Tenggara Timur (NTT). PMI asal Tulungagung itu rata-rata berasal dari Kecamatan Ngunut.

"Saya ditelepon oleh Pak Heri dari paguyuban suku Jawa di NTT bahwa ada 10 warga Tulungagung yang ditampung di tempatnya," ujarnya.

Tri menjelaskan bahwa 10 WNI asal Tulungagung tersebut awalnya berada di Timor Leste dan akhirnya berada di NTT.

Mereka bekerja di Timor Leste dengan menggunakan visa kunjungan.

Namun, saat dilakukan operasi oleh pihak berwenang di Timor Leste, 10 WNI tersebut tidak dapat menunjukkan visa kerja.

"Karena tidak bisa menunjukkan visa kerja, mereka akhirnya dideportasi," imbuhnya.

Dalam perjalanan dari Timor Leste menuju NTT, 10 warga Tulungagung tersebut bertemu dengan ketua paguyuban suku Jawa di NTT.

Merasa mempunyai persamaan suku, ketua paguyuban itu menampung sementara ke-10 warga Tulungagung tersebut di tempatnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.