Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malioboro Harus Jadi Contoh Destinasi Utama Dunia yang Nyaman

📅 Senin, 15 Jul 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Malioboro Harus Jadi Contoh Destinasi Utama Dunia yang Nyaman Doc: ISTIMEWA
Ket. Baiquni Pakar pariwisata dari Universitas Gadjah Mada - PKL kan tidak mungkin balik ke selasar lagi karena selain akan membuat Malioboro sesak dan susah dikembangkan sebagai wisata dunia, juga akan head to head dengan pemilik toko. Maka, pemerintah harus bekerja sama dengan PKL agar PKL di tempat relokasi baru tetap ramai.

YOGYAKARTA - Para Pedagang teras Malioboro Yogyakarta menggelar aksi mereka memprotes dan meminta agar diizinkan kembali berjualan di selasar Teras Malioboro pada Jumat (12/7) malam dan Sabtu (13/7) malam.

Berbeda dengan aksi pada Jumat, pada Sabtu (13/7), aksi hendak kembali digelar oleh para pedagang, tetapi gerbang Teras Malioboro 2 ditutup oleh petugas Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta. Hal tersebut menyebabkan ketegangan antara pedagang dengan petugas UPT PKCB Kota Yogyakarta dengan adanya aksi saling dorong.

Pakar pariwisata dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Baiquni, menyayangkan adanya bentrokan tersebut. Baiquni mengatakan Indonesia dalam hal ini termasuk Malioboro sebagai salah satu destinasi utama Yogyakarta dan Indonesia, harus mencontoh jalan-jalan utama di destinasi utama dunia di mana pejalan kaki bisa berjalan kaki dengan nyaman.

Destinasi utama dunia selalu bersih dan nyaman untuk pejalan kaki dan penataan Malioboro hari ini sudah menuju ke sana dan semestinya dilanjutkan dengan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berkelanjutan.

"PKL kan tidak mungkin balik ke selasar lagi karena selain akan membuat Malioboro sesak dan susah dikembangkan sebagai wisata dunia, juga akan head to head dengan pemilik toko. Maka, pemerintah harus bekerja sama dengan PKL agar PKL di tempat relokasi baru tetap ramai," kata Baiquni saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu (14/7).

Baiquni mengatakan penataan PKL hari ini semestinya berbeda dengan 20-30 tahun yang lalu. Sebagai destinasi dunia, PKL bisa diarahkan untuk menjual oleh-oleh yang bahkan bisa dipesan banyak oleh para turis luar negeri.

PKL, menurut Baiquni, juga harus diarahkan ke digital sehingga memiliki dua channel penjualan yakni offline dan online.

"Malioboro akan terus berkembang dengan banyak atraksi seni dan PKL pun demikian akan menjadi pedagang yang modern tidak umpel-umpelan, tapi transformatif," jelas Baiquni.

Keluhan PKL

Beberapa perwakilan PKL kepada wartawan pada Sabtu (13/7) malam itu menyampaikan keluhannya bahwa mereka memaksa kembali jualan di selasar Malioboro karena berjualan di Teras Malioboro 2, sepi pembeli.

Apalagi jika ada relokasi lagi ke gedung yang sekarang disiapkan pemerintah di Ketandan dan Beskalan, para pedagang khawatir dagangannya makin tak laku.

Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Muhammad Raka Ramadhan, mengatakan duduk masalah dari aksi malam itu adalah karena pedagang ingin ada komunikasi yang transparan mengenai rencana relokasi jilid kedua.

"Ini adalah bentuk ekspresi kekecewaan dari teman-teman pedagang memperjuangkan apa yang jadi nasibnya mereka," kata Raka.

Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta, Ekwanto, yang menemui pedagang, mengatakan sejak 2022 silam, sesuai aturan, pedagang dilarang berjualan di selasar pedestrian yang tak lain adalah tempat pejalan kaki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.