Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hampir 10% Warga EU Tak Mampu Beli Makanan Layak

📅 Senin, 15 Jul 2024, 02:30 WIB | Oleh:
Hampir 10% Warga EU Tak Mampu Beli Makanan Layak Doc: AFP/ARIS MESSINIS
Ket. Laporan Eurostat l Warga Yunani sedang berbelanja buah dan sayuran di sebuah pasar terbuka di Athena beberapa waktu lalu. Pada akhir pekan lalu, Eurostat mengumumkan bahwa sekitar 9,5 persen dari populasi Uni Eropa tidak mampu membeli makanan yang layak.

ISTANBUL - Statistical Office of the European Communities (Eurostat) menyatakan pada Jumat bahwa sekitar 9,5 persen dari populasi Uni Eropa (EU) tidak mampu membeli makanan yang mengandung daging, ikan, atau setara vegetarian setiap dua hari sekali tahun lalu.

Otoritas statistik dari blok yang beranggotakan 27 negara ini mengatakan bahwa angka ini meningkat 1,2 poin dibandingkan dengan angka 8,3 persen pada tahun 2022.

"Selain itu, dengan fokus pada orang yang berisiko miskin pada tahun 2023, proporsi di tingkat Uni Eropa adalah 22,3 persen," demikian laporan Eurostat yang juga mencatat bahwa angka ini juga naik dengan prosentase sebesar 2,6 poin secara tahunan.

Proporsi tertinggi orang yang berisiko miskin yang tidak mampu membeli makanan yang layak terlihat di Slovakia (45,7 persen), diikuti oleh Hongaria (44,9 peresen) dan Bulgaria (40,2 persen). Di sisi lain, proporsi terendah tercatat di Irlandia (4,2 persen), diikuti oleh administrasi Siprus Yunani (5,0 persen) dan Portugal (5,9 persen).

Eurostat atau Kantor statistik Komunitas Eropa adalah badan milik Komisi Eropa yang menyediakan data untuk Uni Eropa serta memajukan kerja sama penggunaan metode statistika di negara-negara anggotanya.

Dua peran utama Eurostat adalah menyediakan data makroekonomi yang membantu Bank Sentral Eropa dalam membuat kebijakan moneter mata uang euro, dan klasifikasi serta data-data regional yang membantu pembuatan kebijakan struktural Uni Eropa. SB/Ant/Anadolu/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.