Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbaikan Kualitas Udara Jakarta Stagnan

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perbaikan Kualitas Udara Jakarta Stagnan Doc: Koran Jakarta /Wahyu AP
Ket. Kondisi perkotaan Jakarta berselimut kabut polusi

JAKARTA - Masalah tata kelola pemerintahan menjadi pekerjaan rumah di Jakarta. Hingga kini, perbaikan kualitas udara belum kunjung beres. Padahal persoalan ini sudah lama, namun penanganannya tidak sesuai harapan.

Jakarta terus saja menjadi salah satu kota terpolutif di dunia. Pengamat Sosial Politik Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang, Frederik M Gasa, mengatakan laporan Greenpeace menunjukkan Jakarta menempati posisi ketujuh sebagai kota terpolusi di dunia. Hal ini diperburuk karena kondisi air juga sudah tercemar. "Jika sudah seperti ini maka niscaya masyarakatnya akan bahagia," tegas Frederik kepada Koran Jakarta, Jumat (12/7).

Menurut Frederik, persoalan tata kelola pemerintahan akan bermuara pada terciptanya kondisi masyarakat yang bahagia dan harmonis. Beberapa indikator yang meningkatkan kebahagiaan masyarakat adalah ketiadaan macet, udara bersih, tingkat kriminalitas yang rendah, dan lain sebagainya. "Untuk hal itu, Jakarta mungkin tidak lagi bisa memberikan kebahagiaan bagi masyarakatnya," paparnya.

Berbagai persoalan ini tentu tidak luput dari bagaimana Pemerintah DKI Jakarta mengelola ini semua. Kemampuan manajerial dan tata kelola yang baik tentu akan dapat mengatasi semua keruwetan yang terjadi di Jakarta. Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menegaskan sampai hari ini belum banyak perbaikan kondisi kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya. Beberapa pengukuran menunjukkan kualitas udara Jakarta dalam kondisi polusi parah dan tidak sehat bagi warga untuk aktivitas di luar.

"Seperti yang sudah banyak dianalisa, buruknya kualitas udara Jakarta sepanjang tahun disebabkan pembakaran BBM kualitas rendah dari kendaraan bermotor, aktivitas industri di sekitar Jakarta, dan polusi dari PLTU (pembangkit listrik tenaga uang) yang berada di sekitar Jakarta," tegasnya.

Dia menekankan polusi udara adalah silent killer dan biaya sosial ekonomi yang harus ditanggung masyarakat yang terserang penyakit akibat udara yang kotor, turunnya produktivitas, dan biaya kesehatan publik yang ditanggung pemerintah sangat besar. Menurutnya, pemerintah harus sungguh-sungguh mengatasi polusi udara ini. Satgas sudah dibentuk tahun lalu, dan harusnya strategi dan rencananya sudah ada.

Beban Tinggi

Sementara itu, Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan Jakarta secara populasi dihuni sekitar 10 juta orang, tetapi di siang hari dihuni sekitar 25-30 juta orang. Ada 10-20 juta orang yang bergerak sebagai komuter setiap harinya dan juga pengunjung temporer yang datang untuk berbagai urusan ke Jakarta.

Jakarta bukan hanya Ibu Kota yang memiliki beban administratif pemerintahan, tetapi juga salah satu pusat ekonomi tersibuk di Asean di mana produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta mencapai 17 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. "Jika dilihat dari kontribusi pajak mencapai 102 triliun pada 2024, atau 68 persen dari proporsi pajak nasional," ucap Hafidz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.