Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: Populasi Dunia Akan Capai Puncaknya pada Abad Ini

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh:
PBB: Populasi Dunia Akan Capai Puncaknya pada Abad Ini Doc: ISTIMEWA
Ket. Under-Secretary General PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, Li Junhua

NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Kamis (11/7) merilis laporan yang memproyeksikan populasi global akan mencapai puncaknya pada abad ini. Populasi dunia diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan 2080-an menjadi sekitar 10,3 miliar, meningkat dalam 60 tahun ke depan dari 8,2 miliar orang pada 2024.

Menurut Prospek Populasi Dunia 2024: Ringkasan Hasil (World Population Prospects 2024: Summary of Results), setelah mencapai puncaknya, kemudian akan kembali menjadi sekitar 10,2 miliar pada akhir abad ini.

Dikutip dari Antara, jumlah populasi dunia pada 2100 diperkirakan akan berkurang 6 persen atau berkurang 700 juta jiwa, dibandingkan perkiraan satu dekade lalu. "Lanskap demografis telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir," kata Li Junhua, Under-Secretary General PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial.

Di beberapa negara, angka kelahiran kini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya dan kita juga melihat penurunan yang sedikit lebih cepat di beberapa wilayah dengan kesuburan tinggi.

"Puncak yang lebih awal dan lebih rendah merupakan sebuah tanda harapan. Hal ini dapat berarti berkurangnya tekanan lingkungan akibat dampak manusia karena konsumsi agregat yang lebih rendah. Namun, pertumbuhan populasi yang lebih lambat tidak akan menghilangkan kebutuhan untuk mengurangi dampak rata-rata yang disebabkan oleh aktivitas setiap individu," kata Junhua.

Kesuburan Rendah

Puncak populasi yang terjadi lebih awal disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk rendahnya tingkat kesuburan di beberapa negara terbesar di dunia. Secara global, rata-rata wanita memiliki satu anak lebih sedikit dibandingkan pada 1990-an, menurut laporan tersebut.

Di lebih dari separuh negara dan kawasan, jumlah rata-rata kelahiran hidup per wanita berada di bawah 2,1, tingkat yang dibutuhkan suatu populasi untuk mempertahankan jumlah penduduk yang konstan dalam jangka panjang tanpa migrasi, dan hampir seperlima dari seluruh negara dan kawasan sekarang memiliki tingkat kesuburan yang "sangat rendah", dengan kurang dari 1,4 kelahiran hidup per wanita seumur hidup.

Kehamilan dini masih menjadi tantangan, terutama di negara-negara berpendapatan rendah. Pada 2024, sebanyak 4,7 juta bay atau sekitar 3,5 persen dari total bayi di seluruh dunia, dilahirkan oleh ibu yang berusia di bawah 18 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 340.000 bayi dilahirkan oleh anak di bawah usia 15 tahun, yang mempunyai konsekuensi serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan para ibu muda dan anak mereka.

Laporan tersebut menemukan investasi pada pendidikan generasi muda, khususnya anak perempuan, serta menaikkan usia pernikahan dan melahirkan anak pertama di negara-negara dengan karakteristik tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan wanita, pencapaian pendidikan, dan partisipasi angkatan kerja.

Upaya-upaya ini juga akan berkontribusi dalam memperlambat pertumbuhan populasi dan mengurangi skala investasi yang diperlukan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan sekaligus memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal.

Selama tiga dekade terakhir, angka kematian telah menurun dan angka harapan hidup meningkat secara signifikan. Setelah sempat mengalami penurunan selama pandemi Covid-19, angka harapan hidup global saat lahir kembali meningkat, mencapai 73,3 tahun pada 2024, naik dari 70,9 tahun pada masa pandemi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.