Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaya Hidup Halal Bisa Berdampak Positif Bagi Ekonomi

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gaya Hidup Halal Bisa Berdampak Positif Bagi Ekonomi Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Tangkapan layar Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Yuri Fathia Zumara dalam acara daring bertema "Upaya Peningkatan Halal Lifestyle" yang disiarkan laman YouTube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut penerapan gaya hidup halal (halallifestyle) pada skala yang lebih luas bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian tidak hanya di Jakarta tetapi juga Indonesia.

"Gaya hidup halal berdampak ekonomi kalau bisa membuka usaha. Kemudian dari usaha kecil bisa naik jadi besar. Selanjutnya kegiatan usahanya naik jadi berorientasiekspor," kataAsisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Yuri Fathia Zumara dalam acara daring bertema "Upaya Peningkatan Halal Lifestyle" yang disiarkan laman YouTube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu.

Gaya hidup halal yakni menyandarkan pilihan berdasarkan syariat Islam baik dalam memperoleh, memilih, mengonsumsi maupun memanfaatkan barang dan jasa. Penerapannya pun meliputi konsumsi makanan dan minuman halal; lalu tren busana sopan, menutup aurat dan tidak merusak lingkungan; menggunakan jasa keuangan komersial sesuai prinsip syariah; konsumsi obat-obatan serta kosmetik halal.

Saat ini, gaya hidup halal sudah menjadi tren dan menjadi lahan bisnis, mengingat dari sisi jumlah, total penduduk Muslim dunia cukup tinggi. Selain itu, generasi masa kini lebih pemilih sehingga menjadikan gaya hidup halal sebagai referensi.

Menurut Yuri, kota Jakarta potensial sebagai wilayah untuk mengembangkan penerapan gaya hidup halal karena ekosistemnya sudah terbentuk. Pemerintah, sambung dia, hanya perlu membenahi ekosistem ini saja.

"Dari sisi usaha, sudah berkembang. Misalnya hotel pakai istilah hotel syariah. Adaptasi dan penerimaan orang di Jakarta sudah cukup tinggi. Sudah sangat nyaman (convenient)untuk mencirikan adanya halallifestyledi Jakarta," ujar dia.

Yuri mengatakan BI memegang peranan sebagai regulator, akselerator, dan inisiator dalam pengembangan ekonomi keuangan syariah di Indonesia, termasuk gaya hidup halal yang permintaannya semakin tinggi.

Di sisi lain, masyarakat memiliki peranan dalam ekosistem halal dimulai dari kesadaran terkait gaya hidup halal kemudian memilih produk halal.

"Pilihan itu membawa kita pada hidup yang lebih berkualitas. Di sisi lain pilihan itu akan menimbulkandemand, kalau adasupplysudah ekonomi kita bergerak. Kalau di dalam negeri sudah terpenuhi, kita bisa ekspor, ada pendapatan untuk negara kita," demikian kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.