Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Kekerasan Seksual Mantan Dosen di Gorontalo Mulai Disidangkan

📅 Rabu, 10 Jul 2024, 04:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Kekerasan Seksual Mantan Dosen di Gorontalo Mulai Disidangkan Doc: ANTARA/HO-Satgas PPKS
Ket. Satgas PPKS Universitas Ichsan Gorontalo saat menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Gorontalo.

Gorontalo - Kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh RS, mantan dosen di salah satu universitas di Provinsi Gorontalo, kini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Gorontalo, Selasa.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Ichsan Gorontalo Hijrah Lahalingmengatakan dalam persidangan itu pihaknya diundang sebagai saksi mewakili Satgas PPKS kampus untuk memberikan kesaksian pada persidangan kedua.

"Kasusnya adalah tindak pidana kekerasan seksual. Pelakunya mantan dosen, dan korban yang melapor ada dua orang," kata Hijrah.

Ia mengatakan sidang perdana telah digelar pada pekan lalu, dengan agenda sidang pembacaan dakwaan. Sementara untuk hari ini adalah pemanggilan saksi yaitu korban, satgas, hingga beberapa pihak yang berkaitan dengan kasus ini.

Sebelumnya kata dia, pihaknya pesimis kasus yang terjadi dan dilaporkan sejak Juli 2023 ini, akan sampai pada tahap persidangan, namun pihaknya mengapresiasi seluruh penegak hukum hingga kasus ini terus berproses sesuai yang diharapkan.

Dalam sidang yang digelar secara tertutup itu, ia mengungkapkan bahwa korban semula merasa gugup dan takut hingga mengalami muntah-muntah sebelum memasuki ruang sidang.

Kondisi itu diduga karena dampak traumatik korban yang masih terus dirasakan, terlebih dalam agenda sidang itu korban akan bertemu dengan pelaku atau terdakwa. Namun usai persidangan korban mengaku merasa lega dan senang karena bisa mengungkapkan apa yang ingin disampaikan, serta menjawab semua pertanyaan dari majelis hakim.

"Alhamdulillah sidang kali ini berlangsung lancar dan korban mengaku lega, walaupun ada perlakuan dari pihak keluarga pelaku seperti menyindir yang menurutnya tidak perlu dilakukan," katanya.

Ia berharap sampai akhir agenda persidangan nanti, semuanya akan berjalan lancar sesuai harapan dari para korban untuk mendapatkan keadilan dari majelis hakim.

Sementara itu Manajer Kasus Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia (LPSK RI) Acik Amaliah mengatakan kehadirannya di Gorontalo terkait panggilan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, sekaligus mendampingi para korban atau dalam istilah LPSK terlindung.

Ia mengatakan berdasarkan sidang Mahkamah Pimpinan LPSK, pendampingan ini untuk memastikan para terlindung datang ke pengadilan dengan kondisi aman, memberikan keterangan aman dan nyaman, serta tidak ada intimidasi maupun ancaman dari pihak terlapor atau terdakwa.

Sebelum itu kata dia pada Jumat pekan lalu, pihaknya menerima permohonan dari pihak korban sehingga hari ini para terlindung berhak mendapatkan perlindungan darurat dari LPSK.

"Hari ini baru satu korban yang kami berikan perlindungan, dan besok nanti terlindung berikutnya," kata Acik.

Ia berpendapat sidang kali ini berjalan aman, dan terlindung bisa dengan lancar memberikan keterangan pada saat persidangan berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.