Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sultan HB X Ingin ITF Bawuran Olah Sampah Jadi Bahan Industri

📅 Selasa, 09 Jul 2024, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sultan HB X Ingin ITF Bawuran Olah Sampah Jadi Bahan Industri Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat mengamati sejumlah alat pengolahan sampah modern di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (17/5/2024). Alat itu akan dioperasikan di Intermediate Treatment Facility (ITF) di Bawuran, Bantul.

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menginginkan Intermediate Treatment Facility (ITF) di Bawuran, Pleret Bantul, mampu mengolah sampah dari lima kabupaten/kota di provinsi itu menjadi bahan baku industri.

"Tanahnya luas, jadi harapan saya bukan hanya (sampah) Bantul dan Kota Yogya, siapa tahu Sleman juga lari ke situ, Kulon Progo, dan Gunungkidul pun bisa lari ke situ karena harapannya itu menjadi produk industri," kata Sultan dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Selasa (9/7).

Sultan menegaskan sampah di ITF Bawuran tidak sekedar sebagai tempat pembuangan sampah saja, namun diproyeksikan menjadi tempat pengolahan sampah menjadi bahan baku industri.

Sampah yang diolah di ITF Bawuran sebanyak 80 persen akan menjadi bahan baku industri, sedang 20 persen sisanya menjadi pupuk untuk menyokong pertanian.

Area ini juga diproyeksikan tidak hanya mengolah sampah milik Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul saja, namun diharapkan juga sampah dari Sleman, Gunungkidul dan Kulon Progo.

"Produknya kan ada dan kita sudah tahu, bisa jadi mebel dan sebagainya, bukan sekadar sampah jadi pupuk. Pupuk itu hanya 20 persen, sisanya bahan baku industri dari sampah," kata dia.

Pembangunan ITF Bawuran merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani permasalahan sampah di wilayah DIY.

Berdiri di atas Sultan Ground, Bawuran, Pleret, Bantul, ITF ini diproyeksikan mampu menerima 70 ton sampah per hari dan mengolahnya hingga 50 ton per hari.

Saat ini, pembangunan pada tahap I sudah selesai, dan menunggu pembangunan tahap II pada Agustus 2024.

Sultan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek strategis yang membutuhkan dana besar tersebut, meski terdapat keterbatasan anggaran.

"Anggarannya tidak bisa satu tahap, harus dua tahap, nanti kan dimulai dan kami sudah sepakat untuk pelaksanaan itu," kata Sri Sultan.

Sekda DIY Beny Suharsono menegaskan proyek ITF Bawuran tetap berjalan dan tidak dibatalkan.

Beny memastikan pembangunan ITF Bawuran tidak mangkrak, akan tetapi pengelola sedang menunggu kucuran dana investor pada tahap kedua mendatang.

Menurut dia, pembangunan ITF Bawuran membutuhkan waktu panjang, sehingga butuh bantuan investor, mengingat ITF tersebut nantinya akan menjadi tempat pengolahan sampah skala besar.

Beny menyebut sudah ada calon investor dari Amerika Serikat yang tertarik untuk berinvestasi dalam proyek ini.

"ITF Bawuran tidak batal, sudah ada investor yang masuk ada dari Amerika dan sudah datang ke Kepatihan," ujar dia.

Beny menegaskan, di ITF Bawuran selain mengolah sampah, nantinya di sana juga akan dilakukan pengolahan hasil sampah.

"ITF Bawuran itu kan proses industri, butuh investasi. Gubernur juga sepakat investasi tidak jangka pendek, tapi jangka menengah dan panjang. Nantinya juga diolah tidak hanya sampah, tapi bahan baku industri," kata Beny.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.