Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda Didorong Ikut Cetak UMKM Berdaya Saing

📅 Senin, 08 Jul 2024, 09:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemda Didorong Ikut Cetak UMKM Berdaya Saing Doc: Dok. Kemenkop UKM
Ket. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Seskemenkop UKM) Arif Rahman Hakim.

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda) dan berbagai pihak terkait untuk mencetak UMKM yang berdaya saing, mempercepat pengembangan usaha dan mendorong transformasi usaha mikro agar lebih adaptif dan kompetitif.

Sekretaris KemenKopUKM Arif Rahman Hakim dalam acara bertajuk Kolaborasi untuk Akselerasi Transformasi Usaha Mikro di Gorontalo, Jumat (5/7), menyampaikan pembinaan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM (KUMKM) harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal ini dilakukan dengan membangun ekosistem usaha yang kuat untuk menunjang KUMKM.

"Upaya ini telah didorong dalam arah kebijakan dan strategi transformasi KUMKM yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Kemenkop UKM," jelas Arif dalam siaran pers KemenKopUKM di Jakarta.

Rencana strategis itu mencakup transformasi formal UMKM, transformasi digital UMKM, transformasi UMKM ke dalam rantai pasok/rantai nilai, koperasi modern sebagai bentuk penguatan kelembagaan UMKM dan pertumbuhan wirausaha produktif.

Arif menambahkan KemenKopUKM tidak dapat berjalan sendiri dalam memajukan UMKM. Diperlukan sinkronisasi program dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Arif menyebutkan ekonomi Indonesia triwulan I-2024 terhadap triwulan I-2023 tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (yoy). Dari sisi produksi, permintaan domestik yang cukup kuat didukung oleh peningkatan industri pengolahan makanan dan minuman, yang tumbuh sebesar 5,9 persen diikuti dengan sektor perdagangan yang juga tumbuh sebesar 4,6 persen (yoy).

"Kontribusi pertumbuhan ekonomi ini tidak terlepas dari peran KUMKM. Lebih dari 64 juta unit UMKM di berbagai daerah menjadi andalan pertumbuhan ekonomi nasional," kata Arif.

Pendataan Lengkap

KemenKopUKM saat ini masih melakukan pendataan lengkap KUMKM untuk memperkuat basis data tunggal yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Truk Seruduk Truk di Tol Ja...

Jakarta Terus Berupaya Mengejar Status Kota Layak Anak

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Meng...
Olahraga
Gol Kevin Diks Melecut Sema...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.