Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Terbangkan Bantuan untuk Korban Bencana di Papua Nugini

📅 Senin, 08 Jul 2024, 16:43 WIB | Oleh:
RI Terbangkan Bantuan untuk Korban Bencana di Papua Nugini Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Petugas menyiapkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia di Pangkalan Udara Halim Perdakusuma, Jakarta, untuk korban bencana tanah longsor Provinsi Enga, Papua Nugini, Senin (8/7)

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) menerbangkan bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini menggunakan pesawat udara dari Base Ops SUMA 1 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu sore ini.

Pantauan di BaseOps SUMA 1 Halim Perdanakusuma tampak petugas otoritas bandara mengemas setidaknya tiga unit kontainer bantuan dari gudang ke dalam bagasi Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330.

Presiden Joko Widodo diagendakan akan didampingi sejumlah menteri dan perwakilan Duta Besar Papua Nugini untuk melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan dengan jumlah total senilai Rp17 miliar itu secara langsung pada sore ini pukul 15.20 WIB.

Adapun pengiriman bantuan berupa barang kebutuhan pokok, alat kesehatan, genset portabel, lampu tenaga surya (solar sel), peralatan masak, selimut, kantong tidur dan sebagainya itu akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa jenis-jenis bantuan sudah dikoordinasikan bersama Pemerintah Papua Nugini agar tepat sasaran.

Dari Jakarta bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia akan dikirimkan ke Bandar Udara Internasional Port Moresby, untuk selanjutnya didistribusikan sendiri oleh Pemerintah Papua Nugini mengingat lokasi bencana yang cukup jauh.

Pemerintah mengonfirmasi hingga saat ini jumlah korban tanah longsor di Provinsi Enga Papua Nugini tercatat sekitar 670 orang, dan yang berstatus mengungsi 1.250 orang, serta terkait proses penanganan bencana, saat ini sudah dalam tahap rehabilitasi.

Otoritas Papua Nugini sebelumnya melaporkan bahwa 2.000 orang dikhawatirkan menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat (24/5) lalu itu. Ant

Muhadjir berharap bantuan dari pemerintah Indonesia itu dapat meringankan beban para korban, keluarga serta kerabat yang terdampak bencana tanah longsor di Papua Nugini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.