Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hangatnya 'Hot Spring' di Punggung Gunung Pusuk Buhit

📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Hangatnya 'Hot Spring' di Punggung Gunung Pusuk Buhit Doc: Aek Rangat Pangururan Google maps Yanger Walling/I

Danau Toba dengan Pulau Samosir di tengahnya, memiliki beberapa tempat wisata yang terkait dengan fenomena vulkanik. Dari sekian objek wisata yang ada di pulau dengan luas 640 kilometer persegi salah satunya adalah Aek Rangat Rianiate.

Dalam bahasa Batak, aek rangat sendiri artinya air panas atau dalam bahasa Inggris disebut dengan hot spring. Lokasinya berada di Desa Sianjur Mula, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.

Pemandian air panas tersebut berada lereng Gunung Pusuk Buhit dengan ketinggian puncak mencapai 1.972 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari puncak ini air panas mengalir menyelinap melawati batuan panas dari peristiwa vulkanik di gunung ini.

Aliran air panas ini oleh pengelola ditampung di kolam yang dikelola oleh penduduk setempat. Dengan dukungan dari pemerintahan Kabupaten Samosir, warga menjadikan mata air panas tersebut sebagai objek wisata yang memberi keuntungan ekonomi.

Pemandian ini menyediakan kolam-kolam dengan panas yang berbeda yang patut pelancong coa. Tingkat panasnya air dimulai dari tingkat pemula yang tidak terlalu panas khususnya untuk anak-anak yang kulitnya masih sensitif.

Pada sebuah kolam yang panasnya sangat tinggi disediakan khusus untuk berendam orang dewasa. Tingkat panasnya bahkan seperti di tempat spa yang menyediakan kolam panas atau biasa disebut dengan jacuzzi, untuk memanjakan tubuh setelah lelah bekerja.

Bagi keluarga yang membawa anak kecil, pemandian air panas Aek Rangat Rianiate menyediakan kolam dangkal yang cocok untuk anak-anak. Meskipun begitu orang tua tetap harus memperhatikan keselamatan anak-anak jangan sampai masuk ke kolam yang lebih panas.

Dengan udara pegunungan yang sejuk, sebenarnya panasnya air tidak begitu terasa apalagi pada sore dan malam hari. Di pegunungan ini suhu udara bisa turun hingga 15 hingga 16 derajat Celsius bahkan lebih. Suhu amat sejuk ini banyak dicari wisatawan untuk melewatkan liburan.

Yang berbeda dengan pemandian air panas pada umumnya Aek Rangat Rianiate tidak bau belerang. Di pemandian air panas lain bau belerang biasanya cukup menusuk yang membuat orang merasa kurang nyaman, apalagi jika berkadar belerangnya tinggi.

Di samping air panas, nilai lebih dari Aek Rangat Rianiate adalah menawarkan pemandangan Danau Toba di bawahnya. Berendam di air hangat dengan melihat panorama alam kaldera Toba yang luas dan Gunung Pusuk Buhit yang menjulang merupakan pengalaman yang tiada tara.

Selain berendam air panas tempat wisata menyediakan spot foto menarik dan eye-catching untuk dipamerkan di media sosial. Latar belakang berupa bukit putih seperti salju adalah keindahan tersendiri. Banyak calon pengantin memanfaatkannya sebagai latar sebagai tempat untuk foto pre-wedding.

Setelah asyik berendam di air panas jangan beranjak pulang dulu. Warga setempat menyediakan warung untuk mengganjal perut yang lapar. Salah satu yang dijual adalah telur rebus dan sajian makanan dan minuman khas Batak Samosir di warung-warung makan di sekitar lokasi.

Primadona masakan khas yang biasanya banyak dicari yaitu ikan bakar nila dengan bumbu arsik yang lezat. Bumbu kuning dengan cita rasa pedas dan asam yang khas ini siap membuat yang menyantapnya ketagihan.

Pengunjung bisa leluasa datang untuk menikmati Aek Rangat Rianiate karena jam bukanya cukup panjang dari pukul 07.00 - 19.00 WIB. Harga harga tiket masuk hanya sebesar 10.000 rupiah dimana pengunjung sudah dapat berendam sampai puas. Lalu untuk parkir roda dua dipatok sebesar perlu merogoh kocek 5.000 rupiah, dan 10.000 rupiah untuk kendaraan roda empat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.