Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemudahan Visa dan Penerbangan Langsung Tingkatkan Pariwisata

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemudahan Visa dan Penerbangan Langsung Tingkatkan Pariwisata Doc: ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Ket. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nunung Rusmiati ditemui menghadiri Iran Tourism Roadshow Southeast Asia di Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Jakarta - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) menyebut kemudahan visa dan tiket penerbangan langsung dari dan ke negara tujuan dapat meningkatkan kunjungan wisata.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) ASITA Nunung Rusmiati mengatakan, pemberlakuan bebas visa menjadi pertimbangan utama para wisatawan dalam dan luar negeri saat memilih destinasi wisata yang akan dikunjungi.

"Visa itu sangat penting, jadi memudahkan, kayak misalnya Iran, kita ngajuin langsung diberi," ujar Nunung saat berbincang dengan ANTARA di Jakarta, Kamis.

Pertimbangan kedua, lanjut Nunung, terkait dengan tiket penerbangan. Adanya transportasi yang terkoneksi langsung dengan negara tujuan dapat membuat paket wisata menjadi lebih murah.

Menurut Nunung, tiket penerbangan memiliki porsi yang cukup besar untuk menentukan harga paket wisata.

"Direct flightitu sangat penting, karena dari paket itu 60 persen itu dari harga tiket. Makanya saya selalu bicara setiap ada kerja sama, dengan Iran, Uzbekistan maupun yang lain-lain, lagi-lagi itu soaldirect flight," kata Nunung.

Nunung mengatakan, ASITA dan agen perjalanan wisata Iran baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait dengan pengembangan pariwisata kedua negara.

Para wisatawan Indonesia, sebut Nunung, diharapkan dapat melakukan kunjungan ke Iran dengan memberikan berbagai kemudahan yang diberikan seperti bebas visa serta rencana penerbangan langsung dari Jakarta ke Teheran dan Denpasar ke Teheran.

Pemerintah Iran memberlakukan bebas visa bagi wisatawan dari 28 negara, termasuk Indonesia sejak Februari 2024. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Iran, khususnya setelah pandemi COVID-19.

Lebih lanjut, Nunung menyampaikan, terbukanya hubungan pariwisata Indonesia antara kedua juga dapat memberi keuntungan bagi Indonesia.

"Mereka pasti ingin orang Indonesia datang ke Iran, tapi buat saya siapa pun yang mau bertandatangan dengan ASITA, mereka juga harus mau datang ke Indonesia," ucap Nunung.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait Indonesia untuk memperoleh izin penerbangan langsung antara Indonesia dan Iran.

Ia sudah bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dan mendapat informasi bahwa MoU tersebut sudah dalam tahap finalisasi.

"Sedang memfinalisasi langkah administrasi untuk memperoleh izin penerbangan langsung antara Iran dan Indonesia," kata Boroujerdi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.