Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Catat Penduduk Miskin di Provinsi Gorontalo Berkurang

📅 Jumat, 05 Jul 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Catat Penduduk Miskin di Provinsi Gorontalo Berkurang Doc: ANTARA/Adiwinata Solihin
Ket. Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif.

Gorontalo - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada bulan Maret 2024 yaitu 14,57 persen, menurun 0,58 persen dari bulan Maret 2023.

"Secara umum, tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo pada periode September 2016-Maret 2024 mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentasenya," ujar Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif, di Gorontalo, Kamis.

Penurunan tingkat kemiskinan paling signifikan terjadi pada September 2018, yakni 0,98 persen dibandingkan Maret 2018. Pandemi COVID-19 yang mencapai puncak pada periode September 2020-Maret 2021 menyebabkan tingkat kemiskinan mengalami kenaikan.

Ia mengatakan, tingkat kemiskinan pada bulan September 2021 mengalami penurunan dibandingkan bulan Maret 2021. Pada Maret 2022, tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan dibandingkan September 2021.

"Pada September 2022 tingkat kemiskinan kembali mengalami kenaikan dibandingkan Maret 2022, dan mengalami penurunan kembali pada Maret 2023. Kemudian pada Maret 2024 tingkat kemiskinan mengalami penurunan dibandingkan Maret 2023," ujar Mukhanif.

Jumlah penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada bulan Maret 2024 mencapai 177.99 orang. Dibandingkan bulan Maret 2023, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebanyak 5.720 orang.

Sedangkan menurut wilayah tempat tinggal, pada bulan Maret 2023 dibandingkan Maret 2024, jumlah penduduk miskin perkotaan naik sebesar 1.380 orang, sedangkan di perdesaan turun sebesar 7.070 orang.

Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 4,47 persen menjadi 4,77 persen. Sementara itu, di perdesaan turun dari 23,73 persen menjadi 22,97 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.