Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Gagal Panen, Pemprov Aceh Percepat Program Pompanisasi Lahan Pertanian Kering

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 00:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Gagal Panen, Pemprov Aceh Percepat Program Pompanisasi Lahan Pertanian Kering Doc: ANTARA/Ampelsa
Ket. Ilustrasi - Petani memasok air ke area persawahan saat menanam padi pada musim tanam gadu di Aceh Besar, Aceh.

Banda Aceh - Pemerintah Aceh menyerukan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota di Aceh untuk mempercepat program pemasangan pompanisasi lahan pertanian kering yang telah diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

"Ini harus segera dilakukan karena realisasi pemasangan alat pompanisasi di lahan pertanian yang mengalami kekeringan saat ini masih rendah," kata Penjabat Sekda AcehAzwardi, di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Azwardi saat membuka rakor percepatan kegiatan optimasi lahan rawa, pompanisasi dan tusip padi gogo, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Dia mengingatkan, langkah tersebut perlu menjadi perhatian semua, karena kondisi perubahan iklim global telah menyebabkan El Nino yang membuat produksi pertanian menurun, dan harganya naik.

Azwardi menyebutkan, sejauh ini, untuk kegiatan pompanisasi baru terealisasi sekitar14.105hektare, dari dengan target40.748hektare, artinya masih 34,62 persen dari target yang ditetapkan.

Selain pompanisasi, kata Azwardi, dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, Kementan tahun ini juga memfasilitasi program optimalisasi lahan rawa dan tumpang sisip padi gogo di Aceh

"Pemerintah Aceh tentu menyambut baik program ini, karena sangat sejalan dengan cita-cita untuk menjadikan Aceh tetap bertahan sebagai lumbung pangan nasional," ujar Azwardi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah mengatakan, berdasarkan peninjauan lapangan ke beberapa daerah, masih ditemukan pompa yang belum terpasang dan masih di rumah kelompok tani atau gudang.

"Maka ini harus menjadi perhatian kita bersama sesuai dengan arahan Mentan, agar pompa air yang sudah diterima segera dipasang dan digunakan untuk percepatan penanaman," kata Cut Huzaimah.

Dia menyampaikan, Menteri Pertanian sudah mengarahkan agar daerah yang tidak memiliki sumber air, dan mendapatkan bantuan pompa, maka harus segera dialihkan.

Sementara untuk program kegiatan tumpang sisip padi gogo di lahan kelapa dan sawit, kata dia lagi, juga ditemukan kendala karena bantuan dari pusat hanya benih saja, tanpa sarana pengendalian gulma.

"Untuk kendala ini karena lokasinya sebagian besar sudah ditumbuhi semak belukar, sehingga target yang telah ditetapkan tidak bisa tercapai," demikian Cut Huzaimah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.