Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

72 Persen Ibu Alami Mom Shaming

3 Senin, 01 Jul 2024, 20:38 WIB | Oleh:
72 Persen Ibu Alami Mom Shaming 72 Persen Ibu Alami Mom Shaming Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
Ket. eneliti Utama dan Ketua Health Collaborative Center (HCC) , Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH memaparkan hasil penelitian tentang mom shaming di Jakarta pada hari Senin (1/7). Sebesar 72 persen mengalaminya dan anehnya hal ini justru dilakukan oleh keluarga dan orang terdekat.

JAKARTA - Salah satu yang sering dihadapi wanita dalam pergaulan sehari hari adalahmom shaming. Isilah ini untuk menggambarkan sebuahkritik yang bersifat mempermalukan, merendahkan, menghina, atau bahkan menyakiti perasaan seorang ibu yang dilontarkan orang lain baik secara sengaja atau tidak.

Studi terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) mengungkap tingginya angkamom shamingdi Indonesia. Oleh karenanya perlu kesadaran dan tindakan untuk mengatasi masalah ini agar terjadi penurunan bahkan tidak terjadi di masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh Peneliti Utama dan Ketua HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menunjukkan bahwa angka kejadianmom shamingsebesar 72 persen. Sebagian besar dialami ibu responden penelitian ini justru dari keluarga dan orang terdekat.

"Hasil studi menunjukkan, 7 dari 10 ibu di Indonesia yang diwakili responden penelitian ini pernah mengalami bentukmom shaming, yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional mereka," ungkapnya dalam paparan riset tersebut di Jakarta pada hari Senin (1/7).

Berdasarkan hasil survei kepada ibu-ibu tersebut,mom shamingjustru diterima dari lingkungan ini mereka, yaitu keluarga, kerabat, dan lingkungan tempat tinggal. Hal ini menurut dr. Ray perlu dikaji lebih sistematis, karena seharusnya keluarga menjadicore support systemyang melindungi ibu dari perlakuan ini.

Lebih lanjut, riset dr. Ray yang melakukan studi ini bersama Research Associate HCC, Yoli Farradika M.Epid ini menegaskan, mayoritas ibu yang mengalamimom shamingcenderung terpengaruh. Secara deskripsi lebih dari 50 persen terpaksa mengganti pola asuh dan parenting untuk mengikuti kritik dari pelakumom shaming.

Bahkan hanya 23 persen ibu responden yang mengaku berani melawan dan menghindar dari perlakuanmom shaming.Menurut Ray, kondisi ini disebabkan kurang optimalnya peran support system yaitu keluarga yang seharusnya melindungi mereka.

"Akibatnya selain tidak bisa melawan dan menghindar, malahan ibu yang mengalami mom shaming takluk dengan kritik tidak membangun ini dan mengorbankan pola asuh atau gaya parenting yang bisa saja sudah baik," ujar Ray yang juga pengajar Kedokteran Kerja di Kedokteran Komunitas FKUI ini.

Ditemukan pula bahwa peran social media ternyata tidak terlalu signifikan dalam perlakuanmom shaming. Para ibu responden survei ini hanya sedikit yang terpengaruhmom shamingdari social media, yaitu hanya sekitar 6 persen.

"Artinya hipótesis selama ini bahwa media sosial sebagai kontributormom shamingternyata tidak sepenuhnya tepat. Karena justru studi ini menemukan keluarga lah yang menjadi aktor utamamom shaming," ungkap dr Ray.

Ia menerangkan, studi ini merupakan rangkaian penelitian dari kajian literatur, uji instrumen menggunakan Mott Children Hospital USA, University of Michigan. Kuesionernya telah divalidasi dan mencakup lebih dari 800 ibu responden, dengan interval kepercayaan 95 persen. Sebelum survei studi in telah melalui kajian sistematik review mendalam sejak Maret 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Terkonfirmasi, Jenderal LSP...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.