Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi AI Perlu Dukungan Jaringan 5G yang Luas

📅 Minggu, 30 Jun 2024, 19:47 WIB | Oleh:
Teknologi AI Perlu Dukungan Jaringan 5G yang Luas Doc: istimewa
Ket. Para pembicara sedang menyampaikan pandangannya terkait teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi telekomunikasi 5G, dalam ajang Selular Award 2024 di Arion Suites Hotel, yang digelar oleh Selular Media Network (SMN) di Kemang, Jakarta Selatan pada hari Senin (24/6).

JAKARTA - Teknologi dan inovasi digital semakin penting untuk kemajuan pembangunan nasional dan menciptakan pengetahuan yang inklusif. Teknologi baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI),blockchain, dan Internet of Things sangat menjanjikan bagi masyarakat.

"Seiring digitalisasi di sana-sini, muncul pula tantangan aksesibilitas yang mengancam dan mengganggu bahkan menghalangi hak asasi manusia yang mendasar. Isu seperti pencurian data, pengetatan pengawasan, bias algoritmik, dan otomatisasi, merupakan contoh risiko baru yang menerobos hak privasi dan non-diskriminasi," kata Editor in Chief Selular Media Network, Uday Rayana dalam acara Selular Award 2024 di Arion Suites Hotel, di Kemang, Jakarta Selatan, pada hari Senin (24/6).

Selain itu teknologi harus mampu mempersempit kesenjangan dalam hal keterampilan digital dan aksesibilitas, baik di kota maupun di desa. Selain itu juga harus dapat memperkuat ketidaksetaraan sosial, ekonomi, dan gender yang ada," imbuhnya.

Tidak hanya memberikan penghargaan kepada para pelaku industri telekomunikasi dan teknologi, Selular Award 2024 juga menggelar diskusi panel dengan tema Perkuat Inovasi dan Kolaborasi di Era Disrupsi dan Kemajuan Teknologi AI.

Sementara itu, Director Ericsson Indonesia, Roni Nurmal Darmayusa menjelaskan jika pemanfaatan AI harus ditopang dengan infrastruktur jaringan komunikasi seluler nirkabel yang memadai seperti 5G. Pasalnya teknologi AI membutuhkan kecepatan dan juga latensi yang rendah koneksi yang lebih konsisten, dan peningkatan kapasitas dibandingkan jaringan sebelumnya, seperti dimiliki oleh 5G.

"Jadi jika sudah ada 5G, industri teknologi dan telekomunikasi bisa mudah untuk menerapkan AI yang mumpuni," jelasnya.

Hal senada juga Vice President Technology Strategy and Consumer Product Innovation Telkomsel, Ronald Limoa ungkapkan di mana Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura dalam pemanfaatan AI. Oleh karenanya untuk mengejar ketertinggalan itu dibutuhkan jaringan telekomunikasi 5G.

"Mungkin butuh beberapa tahun lagi untuk mengejar ketertinggalan terkait pemanfaatan AI," katanya.

Direktur Penataan Sumber Daya Dirjen SDPPI Kominfo RI, Denny Setiawan mengatakan jika Kominfo ingin secepatnya untuk melelang spektrum frekuensi 700 Mhz dan 2,6 Ghz. Kedua spektrum ini nantinya akan digunakan untuk menggelar layanan 5G.

"Kalau kami tentu ingin secepatnya untuk mendukung meningkatnya jaringan telekomunikasi dan teknologi di Indonesia, tetapi aturannya (lelang) masih terus kami godok," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.