Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sanksi Ini Diberlakukan, Uni Eropa Larang Impor Emas, Berlian, dan Minyak Mentah dari Belarus

📅 Minggu, 30 Jun 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sanksi Ini Diberlakukan, Uni Eropa Larang Impor Emas, Berlian, dan Minyak Mentah dari Belarus Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Bendera-bendera Uni Eropa berkibar di depan gedung Markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, Eropa.

Moskow - Dewan Uni Eropa pada Sabtu mengadopsi paket sanksi terhadap Belarus yang berisi sejumlah pembatasan yang telah diberlakukan terhadap Rusia yang salah satunya melarang impor emas, berlian, dan minyak mentah dari Belarus.

"Mengenai impor, dilarang mengimpor secara langsung atau tidak langsung, membeli atau mentransfer emas dan berlian dari Belarus, serta helium, batu bara dan produk mineral termasuk minyak mentah. Tindakan terakhir ini akan dilengkapi dengan larangan ekspor baru pada barang dan teknologi," kata pernyataan Dewan Uni Eropa.

Dewan Uni Eropa mengadopsi langkah-langkah pembatasan yang menargetkan perekonomian Belarusia seperti perdagangan, jasa dan transportasi barang untuk menghindari anti-penadahan.

"Langkah-langkah komprehensif ini bertujuan untuk mencerminkan beberapa tindakan pembatasan yang sudah diterapkan terhadap Rusia, dan dengan demikian mengatasi masalah pengelakan yang berasal dari tingginya tingkat integrasi yang ada antara perekonomian Rusia dan Belarusia," ucap pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa dewan tersebut memperpanjang larangan ekspor terhadap penggunaan ganda dan canggih pada barang-barang dan teknologi, serta memberlakukan pembatasan ekspor lebih lanjut terhadap barang-barang yang dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas industri Belarusia.

Paket sanksi tersebut juga mencakup pembatasan terkait pengangkutan barang di dalam blok tersebut dengan trailer dan semi-trailer yang terdaftar di Belarus,

"Termasuk ketika diangkut dengan truk yang terdaftar di luar Belarus," bunyi pernyataan.

Pembatasan baru itu juga mewajibkan eksportir Uni Eropa untuk secara kontrak melarang ekspor ulang ke Belarus atau ekspor ulang untuk digunakan di Belarus atas "barang-barang sensitif dan teknologi, barang-barang medan perang, senjata api dan amunisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

47 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.