Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laporan Terbaru, Kasus Rasisme di Prancis Melonjak 32 Persen pada 2023

📅 Minggu, 30 Jun 2024, 07:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Laporan Terbaru, Kasus Rasisme di Prancis Melonjak 32 Persen pada 2023 Doc: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ket. Ilustrasi - Warga melintas di depan mural bertema Anti Rasisme di Jalan Raya Bogor, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020). Mural tersebut dibuat untuk mengkampanyekan gerakan anti rasisme serta sebagai media edukasi masyarakat.

Ankara - Komisi Konsultatif Nasional Hak Asasi Manusia Perancis (CNCDH) dalam sebuah laporan mengumumkan bahwa kasus rasisme melonjak 32 persen pada tahun 2023 berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri Perancis.

Peningkatan terbesar, sebagaimana dilaporkan Anadolu pada Sabtu, terjadi pada kasus rasis antisemitisme, yaitu sebesar 284 persen.

Laporan juga mencatat toleransi terhadap semua kelompok minoritas di Perancis turun pada tahun 2023, khususnya bagi komunitas Yahudi, dan Muslim adalah kelompok yang paling tidak ditoleransi.

Lonjakan angka-angka tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober dan polarisasi perdebatan mengenai suaka dan migrasi.

CNCDH menambahkan bahwa sejuta orang menjadi sasaran setidaknya satu serangan rasis pada tahun 2023, menurut angka dari kantor statistik.

Selain itu, lebih dari separuh warga Perancis, yaitu 51 persen, menganggap tidak betah lagi berada di Perancis. Temuan itu naik delapan poin dibandingkan musim semi 2022

Dikatakan pula bahwa 56 persen penduduk Perancis, tujuh poin lebih tinggi dibandingkan pada musim semi tahun 2022, mengonfirmasi bahwa terdapat terlalu banyak imigran di Perancis.

CNCDH menuturkan bahwa angka-angka tersebut mencerminkan konteks terkini mengenai suasana politik dan sosial dengan bangkitnya partai sayap kanan National Rally (RN) yang memperoleh lebih dari 30 persen suara dalam pemilihan Parlemen Eropa pada bulan Juni.

Kemenangan RN mendorong Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk mengakui kekalahan blok sentrisnya, membubarkan parlemen, dan mengumumkan pemilu sela.

Pemimpin RN Jordan Bardella mengatakan partainya akan fokus pada migrasi, dan menekankan bahwa masalah itu memberikan beban yang tidak dapat ditanggung pada keuangan publik dan sistem jaminan sosial.

Pemilu Parlemen Eropa akan diadakan dalam dua putaran, putaran pertama pada 30 Juni dan putaran kedua pada 7 Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.