Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Serukan Peredaan Ketegangan Perdagangan

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Tiongkok Serukan Peredaan Ketegangan Perdagangan Doc: AFP/GREG BAKER
Ket. Presiden Tiongkok, Xi Jinping

BEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyerukan pembangunan "jembatan" dalam ekonomi global, saat Beijing bergulat dengan perselisihan ekonomi dan keamanan dengan negara-negara tetangga dan mitra dagangnya di seluruh dunia.

Dikutip dari The Straits Times, Jumat (28/6), Xi dalam konferensi memperingati prinsip-prinsip panduan Tiongkok dalam urusan luar negeri, yang pertama kali dirumuskan 70 tahun lalu, menyebutkan Tiongkok tidak akan pernah meninggalkan jalan pembangunan damai.

Tiongkok tidak akan menjadi negara kuat yang mencoba mendominasi negara lain, kata Xi kepada peserta konferensi yang mencakup mantan Presiden Myanmar, Thein Sein dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, Nong Duc Manh.

"Menghadapi sejarah damai atau perang, kemakmuran atau persatuan atau konfrontasi, lebih dari sebelumnya, kita perlu meneruskan semangat dan makna dari Lima Prinsip Hidup Berdampingan secara Damai," kata Xi.

Kelima prinsip tersebut pertama kali muncul dalam pakta tahun 1954 yang dicapai dengan saingan regionalnya, India, meng e n a i perbatasan mere k a di Himalaya. Meski begitu, para pejabat India tak hadir di barisan depan penonton yang diperuntukkan bagi tamu kehormatan.

Sejak tahun 1950-an, Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa telah berubah dari tidak diakui oleh PBB menjadi memiliki jejak diplomatik terbesar di dunia dan memimpin negara dengan perekonomian terbesar kedua.

Persaingan Tak Sehat

Beijing kini memberi sinyal keinginan agar negara lain melihatnya sebagai kekuatan diplomatik yang besar, bahkan saat negara lain menuduhnya melakukan pemaksaan ekonomi dan persaingan tidak sehat.

Setelah Tiongkok menjadi penengah ketegangan tak terduga antara Iran dan Arab Saudi pada tahun 2023, Wang Yi, diplomat utama Tiongkok, mengatakan negaranya akan terus memainkan peran konstruktif dalam menangani masalah titik panas global.

Namun keengganan Beijing untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan upaya mewujudkan "kemitraan tanpa batas" dengan Moskwa menjadi hambatan bagi ambisi tersebut dan membuat Tiongkok melewatkan pertemuan puncak konferensi perdamaian di Swiss pada awal Juni.

Meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Filipina di Laut Tiongkok Selatan, tempat Vietnam juga mengeklaimnya, juga telah menyebabkan para pejabat AS mengingatkan Beijing bahwa kewajiban perjanjian pertahanan bersama yang dimilikinya dengan Filipina sangat kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.