Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kawasan Teluk Besar Buka Peluang Pererat Kerja Sama dengan Indonesia

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kawasan Teluk Besar Buka Peluang Pererat Kerja Sama dengan Indonesia Doc: ANTARA/Cindy Frishanti
Ket. Konselor Kedutaan Besar Tiongkok Wu Zhiwei berbicara dalam acara Konferensi Promosi Destinasi Pariwisata Dunia Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Macau bertema “Charming Guangdong” di Jakarta, Senin (24/6/2024).

JAKARTA - Konselor Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Wu Zhiwei, menilai bahwa pengembangan Kawasan Teluk Besar (Greater Bay Area/GBA) bisa membuka peluang lebih besar bagi Tiongkok untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia.

"Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Macau diyakini akan semakin membuka peluang yang lebih besar bagi Tiongkok untuk memperluas pertukaran dan kerja sama yang terbuka dan erat dengan negara-negara ASEAN seperti Indonesia," kata Zhiwei di Jakarta, Senin (24/6).

Dia menyampaikan hal tersebut dalam acara Konferensi Promosi Destinasi Pariwisata Dunia Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Macau bertema "Charming Guangdong" di Jakarta.

"Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area menghubungkan dua kota kelas dunia di Guandong, Hong Kong dan Macau, menjadikannya salah satu kawasan paling dinamis dan inovatif di Tiongkok," ujarnya.

Menurut Zhiwei, dengan empat penerbangan langsung sehari dari Jakarta ke Hong Kong, tiga kali setiap hari ke Guangzhou, satu kali setiap hari ke Shenzhen dan tiga kali setiap minggu ke Macau, GBA Guangdong-Hong Kong-Macao telah menjadi salah satu penerbangan langsung terbesar antara Indonesia dan Tiongkok.

"Guangdong adalah provinsi ekonomi, budaya dan pariwisata Tiongkok dan memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan dengan Indonesia," ujar Zhiwei.

Zhiwei menyebutkan bahwa Guangdong adalah salah satu titik awal penting dari hubungan antara Indonesia dengan Tiongkok, yang dimulai pada abad ke-15, yaitu saat Laksamana Cheng Ho mengunjungi pulau-pulau di Indonesia.

Saat ini, lanjut Zhiwei, perusahaan-perusahaan di Guangdong adalah kekuatan yang paling aktif dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Salah satu perusahaan yang ada di Guangdong adalah BYD, yang merupakan perusahaan yang "sulit ditemukan" di pasar kendaraan listrik Indonesia, serta Huawei yang terlibat dalam pembangunan jaringan 5G di Indonesia.

Zhiwei mengatakan bahwa Indonesia dan Tiongkok adalah tetangga, teman dan mitra yang baik, serta menambahkan bahwa Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 10 tahun berturut-turut.

Kedua negara sepenuhnya mendukung "Belt and Road Initiative" (BRI), konsep "poros maritim global dan pembangunan "Two Countries, Twin Parks" (TCTP) yang terus maju.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu

"Konektivitas ini merupakan bukti kuatnya hubungan bilateral kami, memfasilitasi akses mudah bagi wisatawan untuk menjelajahi beragam penawaran pariwisata Indonesia," kata Vinsensius.

Vinsensius juga berharap agar Indonesia dapat menjalin kemitraan dan kolaborasi yang kuat serta bersama mempromosikan pariwisata antara kedua negara, khususnya Provinsi Guangdong.

"Kami sangat antusias dengan kesempatan untuk berkolaborasi terutama di sektor pariwisata, yang memiliki potensi besar bagi kedua wilayah kita dengan memanfaatkan kekayaan warisan budaya kita," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.